26 March 2023, 11:19 WIB

Asteroid Besar Melintas di Antara Orbit Bumi dan Bulan


Siti Retno Wulandari | Weekend

AFP/European Space Agency
 AFP/European Space Agency
Asteroid yang melintas di antara orbit Bumi dan Bulan

SEBUAH asteroid besar yang bisa menghancurkan kota melintas di antara orbit bumi dan bulan. Objek yang diberi nama 2023 DZ2 itu ditemukan satu bulan yang lalu.

Seperti perkiraan para ilmuwan, asteroid itu melintas dalam jarak 175 ribu km dari Bumi pada Sabtu, setelah sebelumnya terbang melewati bulan. Peristiwa itu sangat jarang terjadi bagi asteroid sebesar itu mendekati Bumi. Diperkirakan asteroid itu memiliki diameter antara 40-90 meter.

Para astronom menyebut peristiwa itu terjadi satu dekade sekali.

NASA mengungkap peristiwa ini menjadi kesempatan emas bagi astronom untuk menambah pengetahuan mereka tentang asteroid, jika suatu waktu nanti ditemukan objek berbahaya yang berpotensi menabrak bumi.

"Tidak ada peluang asteroid sebesar ini akan menyerang Bumi, akan tetapi peristiwa ini menyajikan peluang besar untuk melakukan observasi lebih lanjut," kata Kepala Planetary Defence dari European Space Agency Richard Moissl.

Moissl mengatakan data awal menunjukkan 2023 DZ2 adalah "objek yang menarik secara ilmiah". Namun, perlu lebih banyak data untuk menentukan komposisi asteroid.

Baca juga: NASA Ungkap Lebih dari 30.000 Asteroid Berpotensi Menghujani Bumi

Dengan jarak yang begitu dekat dari Bumi, asteroid itu terlihat melalui teropong dan teleskop kecil di seluruh dunia.

Siaran web langsung dari pendekatannya disediakan oleh Proyek Teleskop Virtual.

Objek tersebut tampaknya akan kembali ke orbit Bumi pada tahun 2026, tetapi para ilmuwan telah mengesampingkan hal tersebut sebagai ancaman bagi planet.

Awal bulan ini, asteroid berukuran sama, 2023 DW, sempat diberi peluang satu banding 432 untuk menabrak Bumi pada Hari Valentine 2046.

Moissl mengatakan 2023 DW sekarang diperkirakan akan melesat dari Bumi sekitar 4,3 juta km. Sekali asteroid semacam itu menuju ke arah kita, Bumi tidak lagi berdaya.

Tahun lalu, pesawat luar angkasa Dart (Double Asteroid Redirection Test) milik NASA sengaja menabrak asteroid Dimorphos yang berukuran piramida.

Sebelum tumbukan, Dimorphos membutuhkan waktu 11 jam 55 menit untuk mengorbit asteroid induknya yang lebih besar, Didymos.(bbc/M-4)

BERITA TERKAIT