01 December 2022, 13:10 WIB

Pentingnya Peran Ibu dalam Mendidik Anak di Era Digital


adiyanto | Weekend

dok:  SCHverse
 dok: SCHverse
MoU antara organisasi Wanita Islam dan SCHverse

Sebagai pendidik pertama bagi anak, seorang ibu perlu berperan aktif dan kreatif dalam mengawasi serta memberikan edukasi terhadap putra-putrinya. Namun, hal tersebut tidaklah apalagi menghadapi tantangan di era digital yang  telah mengubah pola komunikasi di dalam keluarga.

Oleh karena itu, seorang ibu perlu mengubah pola asuh serta bimbingan kepada anaknya, tidak bisa lagi menggunakan cara seperti di era-era sebelumnya. Permasalahan pendidikan yang semakin dinamis serta penggunaan teknologi yang masif menuntut seorang ibu untuk melek digital, terutama dalam memilih platform belajar anak.

Berdasarkan pertimbangan itu, Wanita Islam sebagai organisasi muslimah terbesar di Indonesia, dengan visi unggul dalam pengabdian umat dan mengatasi tantangan lokal dan global, perlu melakukan pergerakan yang masif dalam menjawab hal tersebut.

Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan menggandeng SCHverse yang hadir sebagai kanal pembelajaran online melalui aplikasi bernama Dosis Ambis (DOSAM) yang dapat didownload oleh pengguna Android melalui Google Play Store.

Hadir dengan visi yang sama dengan Wanita Islam, aplikasi ini menyediakan pembelajaran harian hingga konsultasi tugas sekolah bersama teman belajar. Aplikasi ini telah telah dugunakan oleh lebih dari 15.000 pengguna aktif dengan menggunakan kurikulum yang up to date.

Dengan adanya kerjasama ini, seluruh anggota Wanita Islam dapat mengontrol perkembangan studi anak dengan lebih baik juga sebagai media solusi untuk membimbing  anak tersebut mencapai cita-cita.

Kegiatan kerja sama ini dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Rabu, (23/11) 2022. Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Dra. Hj. Marfuah Musthofa, M.Pd selaku Ketua Umum dari Wanita Islam dan jajarannya, serta Marko Rasuandi selaku CEO dari SCHverse.

“Dengan adanya Aplikasi DOSAM, saya berharap anggota kami yang tersebar di lebih dari 360 kabupaten di Indonesia mendapatkan fasilitas media pembelajaran daring yang dapat dipertanggung jawabkan,” kata Marfuah di sela penandatangan Nota Kesepahaman yang bertempat di Gran Melia, Jakarta.

Marko menambahkan dengan adanya kerjasama ini, sebuah teknologi pendidikan dapat ditransformasi menjadi lebih efektif dan mampu menghasilkan insan cerdas yang berkualitas di Indonesia. (RO/M-3)

BERITA TERKAIT