28 November 2022, 12:22 WIB

Lanius, Drone Pembunuh Buatan Israel yang Tuai Kritikan


Putri Rosmalia | Weekend

Dok. Youtube Elbit Systems
 Dok. Youtube Elbit Systems
Lanius drone pembunuh

Sebuah perusahaan teknologi robot asal Israel, Elbit Systems, mengumumkan akan merilis produk terbaru mereka, drone yang dapat digunakan sebagai senjata pembunuh dengan akurasi tinggi. Drone bernama Lanius tersebut dirancang dengan menggunakan sistem artificial intelligence (AI) yang setara dengan teknologi militer mutakhir.

Dilansir dari washingtonpost.com, Senin, (28/11), drone pembunuh tersebut akan dapat memiliki berbagai kemampuan seperti alat-alat sensor, hingga alat pendeteksi target penembakan. Drone tersebut juga memiliki kemampuan untuk bergerak dan bertahan di kondisi lingkungan ekstrem, serta dapat bermanuver di berbagai medan. Mulai dari alam terbuka hingga lokasi menyulitkan yang penuh rintangan dan sempit.

Sistem di dalamnya dapat dirancang untuk menentukan area pemantauan calon target. Setelah diatur, sistem tersebut akan dapat bekerja secara mandiri untuk mencari dan menyerang target.

Meski terdengar sangat canggih, kehadiran Lanius mendapat kritikan tajam dari pengamat berbagai bidang. Khususnya pengamat militer dan senjata pertahanan. Kehadiran Lanius bahkan disebut sebagai mimpi buruk bagi dunia persenjataan dan pertahanan keamanan setiap negara.

"Ini hal yang sangat mengkhawatirkan. Menyerahkan keputusan untuk menyerang dan membunuh pada mesin. Ini adalah mimpi buruk," ujar pengamat dan aktivis bidang militer di Stop Killer Robot, Catherine Conolly.

Jika dirilis secara masif dan digunakan, bahkan meski terbatas bagi militer saja, kehadiran Lanius dapat memicu perang yang besar, membahayakan, dan berpotensi tak akurat. Karena sistemnya yang benar-benar menghilangkan peran manusia untuk memutuskan kapan pelatuk akan ditarik. Padahal secanggih apapun, logika dan pemikiran manusia dalam mengambil keputusan di saat genting tak akan bisa diambil alih oleh robot.

Saat ini, drone pembunuh memang telah terpantau digunakan oleh beberapa pihak. Di antaranya oleh pihak Rusia yang menjatuhkan bom di Ukraina dengan menggunakan drone. Namun, sejauh ini drone-drone pembunuh yang ada masih harus mengandalkan manusia sebagai pengendali dan memutuskan kapan serangan akan dilakukan.

Sementara itu, Lanius diperkirakan akan memiliki ukuran tinggi 15 cm dan lebar 27 cm. Lanius dapat bekerja dengan senyap alias memiliki tingkat kebisingan rendah. Kecepatan maksimalnya 45 kilometer per jam.

(M-4)

BERITA TERKAIT