02 October 2022, 18:39 WIB

Kenali Bahaya dan Hal Terpenting Dilakukan Saat Terkena Gas Air Mata


Nike Amelia Sari | Weekend

AFP/STR
 AFP/STR
Situasi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) malam, saat terjadi bentrok antara pendukung Arema FC dan aparat keamanan. 

Sabtu Malam, (1/10) pertandingan antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, berbuntut korban jiwa. Diketahui kejadian yang berujung dengan hilangnya paling sedikit 174 nyawa ini bermula saat para suporter turun ke lapangan setelah pertandingan dan menimbulkan kericuhan.

Dalam situasi yang tak terkendali, pihak keamanan mengeluarkan tembakan gas air mata. Hal ini menyebabkan banyak suporter mengalami sesak napas, pingsan, dan dampak tidak langsung lainnya. Apa bahayanya gas air mata?

Gas air mata alias agen CS (2-Chlorobenzalmalononitrile) ditemukan seabad lalu dan telah lama digunakan sebagai senjata untuk mengendalikan massa selama masa kerusuhan sipil.

Gas air mata sebenarnya bukan gas.  Ini adalah bubuk putih padat yang dapat menjadi aerosol ketika dicampur dengan pelarut. Ketika dicampur dengan air, keringat, dan minyak di kulit kita, itu larut menjadi cairan asam yang menyakitkan.  Panas dan kelembaban bisa membuatnya terasa lebih buruk.

Bahaya Gas Air Mata

Dr. Rohini Haar, seorang dokter darurat dan ahli senjata pengendalian massa di Physicians for Human Rights mengatakan bahwa gas air mata yang masuk ke mata dapat menyebabkan kebutaan sementara, sedangkan kulit yang terkena sering menjadi merah dan terasa seperti terbakar.  Menyebarkan gas air mata sering menyebabkan kepanikan dan disorientasi yang meluas di kerumunan juga.

Dean Winslow, seorang dokter penyakit menular di Stanford Health Care, California, AS, mengatakan bahwa gas air mata akan membuat orang batuk dan bersin.

Bagian paling berbahaya dari gas air mata seringkali adalah bungkusnya yang merembes keluar. "Tabung gas air mata, dalam penelitian kami, adalah yang menyebabkan sebagian besar cacat permanen. Terutama ketika mereka mengenai kepala atau leher, mata, tulang-tulang halus wajah," kata Haar, seperti dikutip dari situs Insider.

Harr mengatakan bahwa anak-anak, orang tua, dan orang lain dengan kondisi pernapasan kronis dapat mengalami kesulitan bernapas dalam gas air mata.  Terkena orang dengan asma dapat membuat gas air mata berdampak mematikan.

Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI dan Guru Besar FKUI mengatakan bahwa secara umum, gas air mata dapat menimbulkan dampak pada kulit, mata, paru dan saluran napas.

"Gejala akutnya di paru dan saluran napas dapat berupa dada berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik, batuk, bising mengi, dan sesak napas. Pada keadaan tertentu dapat terjadi gawat napas (respiratory distress)," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Minggu (2/10).

"Masih tentang dampak di paru, mereka yang sudah punya penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) maka kalau terkena gas air mata, dapat terjadi serangan sesak napas akut yang bukan tidak mungkin berujung di gagal napas (respiratory failure)," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa selain di saluran napas, gejala lain adalah rasa terbakar di mata, mulut dan hidung. Gas air mata juga dapat berupa pandangan kabur dan kesulitan menelan, serta dapat terjadi semacam luka bakar kimiawi dan reaksi alergi.

"Walaupun dampak utama gas air mata adalah dampak akut yang segera timbul, ternyata pada keadaan tertentu dapat terjadi dampak kronik berkepanjangan. Hal ini terutama kalau paparan berkepanjangan, dalam dosis tinggi dan apalagi kalau di ruangan tertutup," jelasnya.


Saat terkena gas air mata

Hal terpenting yang harus dilakukan jika Anda terkena gas air mata adalah meninggalkan area penyebarannya, mencari udara segar dan tempat tinggi dengan cepat. Karena gas air mata sebenarnya adalah bubuk, ia dapat dengan mudah menempel pada pakaian dan rambut.

 "Itu bisa tersangkut di kain, bisa tersangkut di sepatu Anda, di paru-paru Anda, jadi yang terbaik adalah keluar darinya, dan kemudian dibersihkan," kata Haar.

Bilas mata Anda dengan baik dengan air dingin, dan ketika Anda sampai di rumah, lepaskan pakaian Anda dengan hati-hati dan langsung pergi ke kamar mandi.  Gunakan air dingin untuk mengurangi panas dan kelembapan, yang dapat memperburuk luka bakar.

Para ahli mengatakan bahwa gas air mata harus menjadi senjata pilihan terakhir yang mutlak, terutama karena efeknya tidak pandang bulu, memengaruhi semua orang di area penyebarannya.

 

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT