22 September 2022, 09:00 WIB

Mengapa Kita Berduka untuk Orang yang tidak Kita Kenal?


Nike Amelia Sari | Weekend

AFP/MARCO BERTORELLO
 AFP/MARCO BERTORELLO
Jenazah Ratu Elizabeth II memasuki Buckingham Palace

Wafatnya Ratu Elizabeth II telah memicu kesedihan publik di seluruh dunia. Tentu saja, sebagian besar orang yang merasa berduka itu tidak pernah bertemu dengannya secara langsung.

Jadi, apakah curahan kesedihan untuk seseorang yang tidak kita kenal ini berbeda dengan berduka untuk seseorang yang dekat dengan kita? Ada beberapa persamaan dan perbedaan mencolok.  

Mengutip cnn.com, Selasa )(20/9), rasa duka adalah tentang merefleksikan hubungan seumur hidup dan keterikatan yang dimiliki dengan mereka yang tidak lagi ada secara fisik.

Selama 70 tahun pemerintahan ratu, dia telah menjadi bagian dari kehidupan, bagian dari kehidupan kakek-nenek kita, kehidupan orangtua kita, dan sekarang kehidupan kita.  Anggap ini sebagai koneksi lintas generasi.  Sehingga secara kolektif dan lintas generasi, merasa seolah-olah banyak orang “mengenal” ratu.

Jadi "keakraban" ini berarti jenis kesedihan yang kita lihat sekarang bisa terasa sangat mirip dengan memiliki seseorang dalam hidup kita sendiri, lalu kehilangan mereka.

Hubungan sepihak antara seseorang dan tokoh masyarakat terkenal, selebritas, atau anggota keluarga kerajaan disebut hubungan parasosial.  “Saya tentu berpikir bahwa hubungan parasosial dapat menimbulkan kesedihan.  Saya tidak melihat mengapa kita harus mengantisipasi bahwa kesedihan hanya akan muncul, hanya masuk akal, dalam konteks hubungan timbal balik," kata Michael Cholbi, seorang filsuf dan ahli etika di University of Edinburgh, Inggris, seperti dikutip dari situs nature.com, situs jurnal internasional di bidang sains dan teknologi.

Cholbi mengatakan masuk akal bahwa orang akan berduka atas hilangnya tokoh masyarakat karena mereka mengagumi sikap yang diambil orang tersebut.  “Ini adalah kehilangan seseorang yang telah berperan dalam nilai dan kepedulian mereka sendiri.  Jadi rasanya bukan hanya semacam kehilangan seseorang, tetapi dengan cara tertentu, kehilangan kecil dari aspek diri sendiri," katanya.

Melansir dari graceandlightness.com, situs kesehatan mental dan perjalanan, ada beberapa alasan mengapa seseorang berduka atas kepergian orang yang tidak mereka kenal.

1. Membantu melewati masa sulit.
Tokoh inspiratif adalah pemberi pengaruh yang kuat dalam hidup kita karena mereka menginspirasi kita.  Ini bisa menjadi salah satu hal yang bisa membuat orang berduka atas kepergian orang tersebut meski tidak mereka kenal.

2. Mengingat momen yang relevan.
Sisi paling manusiawi, kematian tokoh terkenal dapat memicu kesedihan kita seputar kehilangan sebelumnya.  Jika seorang aktor yang ayahmu cintai meninggal, itu mungkin mengingatkanmu pada kematian ayahmu.  Jika seseorang yang memainkan karakter di acara TV yang biasa Anda tonton di rumah nenek Anda meninggal, itu dapat memicu ingatan tentang kematiannya.

"Kita mengalami kehilangan sebagai bagian dari diri kita sendiri. Kita masih kehilangan sumber inspirasi dan motivasi,  dan periode sejarah pribadi dan sejarah budaya seseorang," kata kata Mary-Frances O'Connor, psikolog di University of Arizona di Tucson, Arizona, Amerika Serikat, mengacu pada wafatnya Ratu Elizabeth.(M-4)

BERITA TERKAIT