11 September 2022, 09:49 WIB

Belajar Ilmu Dunia Akhirat dengan 7 Sunah


Ferlisya Andini - SMA Muhammadiyah Toboali, Bangka Selatan | Weekend

Ilustrasi/Duta Amarta
 Ilustrasi/Duta Amarta
Di SMA Muhammadiyah Toboali, Bangka Selatang, Bangka Belitung, menjalankan 7 Sunah Harian menjadi salah satu kewajiban bagi para murid.

Karya Terbaik I  Program Reporter Muda 2022

 

HAI, Sobat Muda! Pernahkah kalian, utamanya umat muslim, mendengar tentang 7 Sunah Harian Nabi Muhammad SAW?

Jika belum, Muda beritahu ya. Tujuh sunah tersebut merupakan amalan di samping ibadah wajib, yang lazim dilakukan Rasulullah setiap harinya, mencakup salat Dhuha, mengaji, istigfar, menjaga wudu, salat Tahajud, dan bersedekah. Ibadah sunah bermakna, jika dikerjakan akan mendapat pahala, tetapi jika ditinggalkan pun tidak akan menimbulkan dosa.

Nah, di SMA Muhammadiyah Toboali, Bangka Selatang, Bangka Belitung, menjalankan 7 Sunah Harian menjadi salah satu kewajiban bagi para siswa dan siswinya. Tujuannya, agar para murid tidak sekadar belajar ilmu pengetahuan saja di sekolah, tetapi juga ilmu akhirat.

“Pelaksanaan 7 Sunah Harian di SMA Muhammadiyah Toboali bertujuan untuk membiasakan kegiatan program Sunah harian Rasulullah, sehingga bisa meningkatkan karakter siswa menjadi ke arah yang lebih baik. Pembinaan karakter siswa lewat program pelaksanaan 7 Sunah harian, ya misalnya dari membiasakan para siswa untuk salat Duha, membaca Al-Qur'an, salat berjamaah, supaya nantinya implikasi dari pelaksanaan tersebut dapat menjadikan karakter siswa semakin bagus,” ungkap Bapak Supiandi MPd, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Toboali, saat berbincang dengan Muda, di SMA Muhammadiyah Toboali, Jumat (19/8).

Sehari-harinya, program 7 Sunah harian ini berlangsung mulai pukul 7 pagi sampai dengan jam pembelajaran pertama dimulai. Program diawali dengan melaksanakan salat Duha. Mukena wajib dibawa para siswi masing-masing.

Mengaji adalah aktivitas berikut seusai salat Duha. Mengaji juga menjadi kewajiban siswa lantaran merupakan salah satu syarat pelaksanaan ujian sekolah. Ketentuannya, saat kelas Xl, murid-murid sudah harus mencapai jus 30 atau khatam –tamat membaca Al-Qur'an.

Biasanya, saat awal masuk sekolah, para siswa akan dites mengaji lebih dulu untuk melihat kemampuan masing-masing. Dari hasil tes tersebut, siswa-siswi akan dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu A, B, dan C. Kelompok A untuk yang sudah yang sudah fasih mengaji dan paham hukum tajwid. Kelompok B untuk yang sudah bisa mengaji,  namun kurang paham hukum tajwid. Sementara itu, kelompok C untuk yang belum bisa sama sekali membaca Al-Qur'an. Kelompok C akan diarahkan untuk memulai dari Iqra dengan dibimbing oleh guru yang bersangkutan sampai bisa membaca Al-Qur'an.

Kegiatan 7 Sunah harian selanjutnya yaitu beristigfar menyebut nama Allah SWT. Lalu, di tengah-tengah kegiatan 7 Sunah harian, akan ada penyampaian singkat dari guru. Mulai dari pengumuman, acara, sampai pembagian hadiah lomba.

Penyempurna ibadah wajib

Tidak hanya program 7 Sunah harian saja, para siswa dan siswi, guru, beserta staf juga melaksanakan salat Zuhur dan salat Asar berjamaah mengingat waktu selesai sekolah di SMA Muhammadiyah Toboali adalah pukul 4 sore.

Saat waktu salat tiba, para siswa akan berduyun-duyun mengambil wudu dengan teratur. Kemudian, mereka akan menuju tempat salat dan berdiam sembari mendengar lantunan azan yang dikumandangkan salah satu siswa. Setelah salat, biasanya akan ada ‘kultum’ singkat oleh salah satu guru atau siswa sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Untuk para siswi yang berhalangan atau sedang haid akan didata berupa absen satu persatu. Nantinya, di hari ketujuh atau setelah seminggu, guru perempuan akan mengingatkan kepada siswi bersangkutan untuk kembali salat di hari berikutnya jika sudah benar bersih dari haid.

“Sebelum saya bersekolah di sini, biasanya salat saya bolong-bolong. Alhamdulillah, sekarang saya bisa lebih mendekatkan diri dengan Allah, yaitu menjalankan kewajiban sebagai umat muslim. Bahkan sekarang saya melaksanakan apa yang disunahkan dalam beribadah sebagai penyempurna kekurangan ibadah wajib saya,” komentar Ananda Gustia, salah satu murid SMA Muhammadiyah Toboali saat berbincang dengan Muda, di sekolah tersebut, Senin (22/8).

Amalan sunah lain yang dilakukan dalam program itu adalah salat Tahajud. Nah, di sekolah ini ada yang namanya kegiatan Mabit dan Jubit. Mabit adalah sebutan kegiatan oleh siswa laki-laki yaitu Malam Bina Iman dan Takwa. Pada Jumat malam, mereka akan menginap di sekolah dan melakukan sejumlah kegiatan seperti mengaji, salat Isya berjamaah, salat Tahajud, dan sebagainya. Jelang fajar, setelah salat Subuh berjamaah, barulah mereka pulang.

Sementara itu, siswi perempuan mengikuti Jubit, alias Jumat Bina Iman dan Takwa. Sama-sama dihelat pada Jumat. Bedanya, para siswi tidak perlu menginap di sekolah. Mereka akan mendengarkan ceramah dan kegiatan yang lainnya yang disampaikan oleh ustadzah pada Jumat pukul 2 siang hingga pukul 4 sore.

Jumat juga menjadi momentum bagi para anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah Toboali untuk menghelat pembagian beras atau sembako. Kegiatan itu merupakan program GJBB, Gerakan Jumat Bagi Beras. Penerimanya adalah anak yatim piatu, fakir miskin, dan kaum duafa. GJBB bergulir berkat adanya sumbangan dari siswa siswi dan para guru SMA Muhammadiyah Toboali.

Lebih lanjut, Bapak Supiandi mengemukakan, program 7 Sunah Harian merupakan salah satu program unggulan dari SMA Muhammadiyah Toboali. Program ini mempunyai daya tarik tersendiri sehingga banyak orang tua yang mempercayakan anaknya untuk menuntut ilmu dunia akhirat di sekolah tersebut.

Hal itu diamini salah satu wali murid SMA Muhammadiyah Toboali, Ibu Sastri. “Saya menyekolahkan anak saya di SMA Muhammadiyah Toboali karena ingin anak saya mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya, dan yang terutama tidak melupakan agamanya lewat program-program yang ada di SMA Muhammadiyah Toboali seperti pelaksanaan 7 Sunah harian, Tahfiz Al-Qur’an dan yang lainnya,” tuturnya dalam kesempatan terpisah.

Nah, Sobat Muda, pengamalan 7 Sunah Harian ini jika dijalankan secara berkesinambungan ternyata mampu mendatangkan hal positif. Mulai dari disiplin diri, ibadah tepat waktu, hingga mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa. Di samping itu, meski ibadah sunah bukanlah ibadah wajib, tapi dapat ia dapat menyempurnakan kekurangan yang ada pada ibadah wajib kita. (M-2)

 

Opini Muda

Selly - Duta Genre Bangka Selatan 2022

Dengan 7 Sunah harian kita di ajarkan untuk taat kepada Tuhan yang Maha kuasa dan ingat akan kuasanya. Dan tentunya hal hal ersebut akan terus berguna sampai siswa siswi di SMA Muhammadiyah memasuki fase perguruan tinggi, siswa siswi SMA Muhammadiyah akan menjadi lebih disiplin dan juga taat beribadah, sehingga apapun kesibukannya kita tetap ingat kepada yang maha kuasa.

 

Haliza Khoirun Nisa - Ketua IPM SMA Muhammadiyah Toboali

Dampak positif dari program 7 Sunah harian di SMA Muhammadiyah Toboali  para siswa terbiasa menjalankan kegiatan positif Sunah harian, dari kegiatan-kegiatan 7 Sunah Harian, siswa siswi terbina akhlak terpuji dan membentuk karakter siswa menjadi semakin baik. Selain itu, siswa siswi juga terbiasa disiplin waktu untuk beribadah kepada Allah Swt.

BERITA TERKAIT