06 September 2022, 09:00 WIB

Mengenal Kentang, Komoditas Makanan Pokok yang Mengglobal


Nike Amelia Sari | Weekend

Unsplash.com/Fernanda Martinez
 Unsplash.com/Fernanda Martinez
Produk olahan kentang

Menurut laporan BBC kentang adalah tanaman pangan terbesar keempat yang paling banyak dibudidayakan di seluruh dunia, setelah beras, gandum dan jagung. Bahan yang satu ini dapat diolah dalam berbagai variasi masakan sebagai sumber karbohidrat untuk asupan harian.

Kentang muncul dalam beragam hidangan yang sangat beragam, dari Vichyssoise di Prancis hingga Aloo Gobi di India, beragam jenis menu di berbagai negara mengenal kentang sebagai bahan fleksibel sebagai makanan pokok hingga pelengkap lauk pauk.

Faktanya, butuh bertahun-tahun pengujian genetik dan ekspedisi arkeologi kentang untuk menentukan secara pasti bahwa kentang berasal dari Amerika Selatan seperti dilansir Tasting Table, baru-baru ini.

Sudah lama diakui bahwa kentang berasal dari Amerika, sebuah fakta yang dikonfirmasi oleh tes genetik, menurut New York Times. Namun, baru pada 2016 para peneliti akhirnya dapat menentukan dengan tepat asal usul kentang.

Sisa-sisa mikroskopis kentang yang ditemukan pada peralatan kuno memberi tahu kita bahwa tanaman itu hampir pasti berasal dari dataran tinggi Andes di Peru selatan dan telah dibudidayakan oleh manusia setidaknya sejak 3400 SM.

Majalah Smithsonian menunjukkan betapa luar biasa penemuan ini, mengingat iklim Andes yang sangat keras. Udara tipis, suhu dapat berubah-ubah dari panas hingga beku dalam hitungan jam, dan daratan sering dilanda aktivitas seismik. Namun tanah yang tidak menguntungkan ini melahirkan akar yang akan mengubah dunia.

Mendunia karena Kolonialisme

Kentang memainkan peran utama dalam makanan penduduk asli Andes, yang paling terkenal adalah Suku Inca. Menurut Majalah Smithsonian, kentang disajikan dengan beragam jenis makanan, termasuk metode merebus, memanggang, dan menumbuk yang sudah lama dikenal.

Salah satu hidangan yang sangat terkenal adalah 'chuño' yang dibuat dengan mengeringkan kentang secara alami dalam siklus panas-dingin iklim Andes. Metode ini dapat mengawetkan kentang selama bertahun-tahun, menjadi makanan utama bagi pasukan tentara yang bertempur.

Orang-orang Eropa mengenal kentang pertama kalinya ketika pasukan itu mendapat serangan brutal dadi penaklukan pasukan Francisco Pizarro dari Spanyol pada pertengahan tahun 1500-an.

BBC menjelaskan bahwa orang Spanyol tidak hanya membawa kentang tetapi juga tomat, alpukat, dan jagung dari Amerika ke Eropa. Kentang tidak tumbuh dengan baik di iklim Spanyol tetapi berkembang di tempat lain, terutama di Irlandia. Pada tahun 1700-an data menunjukkan bahwa 40% orang Eropa tidak makan makanan jenis karbohidrat pokok selain kentang.

Sementara itu, di Prancis, seorang apoteker bernama Antoine-Augustin Parmentier menanam kentang berhektar-hektar di seluruh negeri dan menyelenggarakan sebuah perayaan makan malam bertajuk kentang untuk menyuguhkan sajian pada figur publik terkemuka, termasuk Thomas Jefferson.

BBC mengutip sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa popularitas kentang menyebar dengan cepat, selain itu budidaya kentang menyebabkan populasi Eropa melonjak dan pertumbuhan hingga seperempat jumlah penduduk antara tahun 1700 dan 1900. Ketika negara-negara Eropa mulai menjajah benua lain, mereka memperkenalkan kentang ke berbagai negara jajahannya sehingga kentang semakin dikenal secara luas.

Kandungan Kentang

Faktor terbesar dalam popularitas massal kentang terletak pada kandungan nutrisinya. Dibandingkan dengan beras, gandum, dan jagung, satu-satunya tanaman pangan yang menjualnya lebih banyak kentang bergizi adalah makanan pokok yang unggul.

BBC mencatat bahwa kentang mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh dengan satu-satunya pengecualian adalah vitamin A dan D, yang dapat diganti dengan sedikit susu dalam jenis makanan lainnya. Ini menjelaskan betapa banyak orang mampu bertahan hidup hanya dengan mengonsumsi kentang, hal ini membuat daya jual kentang meningkatkan di pasar global.

Kentang juga memiliki nilai strategis bagi petani. Majalah Smithsonian menjelaskan kentang sangat baik untuk sistem rotasi tanaman karena membantu petani memanfaatkan lahan mereka dengan lebih efisien.

BBC menambahkan bahwa kentang menguntungkan petani karena mereka jauh lebih sulit untuk dikenakan pajak dan hal ini bisa mengurangi frekuensi kelaparan di kalangan masyarakat miskin.

Pemungut cukai dapat dengan mudah mengukur hasil ladang gandum karena tanaman tumbuh di atas permukaan, tetapi karena kentang tumbuh di bawah tanah dan tidak terlihat, petani dapat meyakinkan pemungut bahwa mereka memiliki lebih sedikit kentang daripada yang sebenarnya. Pola yang sama ini mencegah adanya pembakaran lahan ladang tanaman yang mengakibatkan kerusakan pada pasokan makanan. (M-4)

BERITA TERKAIT