04 July 2022, 07:30 WIB

Studi: ASI Tingkatkan Kemampuan Kognitif Anak pada Keluarga Miskin


Putri Rosmalia | Weekend

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho G
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho G
ilustras: Ruang menyusui

Sudah bukan rahasian lagi bahwa air susu ibu (ASI) merupakan asupan terbaik untuk bayi. Kandungan gizi yang ada pada ASI tak bisa didapatkan oleh bayi yang hanya menyusu formula, dengan harga paling mahal sekalipun. Meski begitu, tak sedikit orang yang masih lebih memilih memberikan susu formula pada anaknya dengan berbagai alasan yang tak mendesak.

Dilansir dari theguardian.com, Sabtu, (2/7), sebuah studi yang dilakukan oleh University College London menunjukkan sebuah bukti baru akan manfaat ASI bagi anak. Penelitian tersebut menunjukkan, ASI juga memiliki peran penting dalam menunjang kemampuan kognitif anak. Hasil penelitian itu menyebutkan anak-anak yang diberikan ASI eksklusif oleh ibunya memiliki kemampuan kognitif yang jauh lebih baik dibandingkan yang hanya mengonsumsi susu formula sejak lahir.

Penelitian yang dilakukan pada 6 ribu anak tersebut dilakukan pada kalangan keluarga miskin di berbagai wilayah di Inggris. Kondisi ekonomi yang rendah itu membuat ibu dari anak-anak tersebut sebenarnya tidak mampu untuk mengonsumsi banyak makanan berkualitas. Begitupun anak-anak mereka.

Namun, dengan pemberian ASI eksklusif, anak-anak tersebut dapat memiliki tingkat kecerdasan yang sama dengan anak-anak lain yang mendapat asupan lebih maksimal dari keluarga ekonomi menengah ke atas. Anak-anak ASI eksklusif tersebut mampu bersaing dengan baik di sekolah.

“Penelitian ini menambah bukti akan pengaruh besar pemberian ASI eksklusif pada anak, setidaknya selama tiga bulan pertama kehidupannya, pada tingkat kecerdasannya di masa depan,” ujar salah satu peneliti yang terlibat, Emla Fitzsimons.

Penelitian itu juga membuktikan peran ASI tak hanya penting bagi perkembangan kesehatan tubuh anak, melainkan juga pada perkembangan otak dan berbagai kemampuan penunjang lainnya.

Anak-anak yang mendapatkan ASI di antaranya terbukti memiliki kemampuan lebih baik dalam hal bahasa, memahami percakapan, hingga dalam kemampuan berhitung dan memahami angka pada usia sekolah sejak pendidikan usia dini.

Salah satu tantangan yang harus dihadapi menurutnya ialah pemahaman para ibu dari keluarga miskin akan peran ASI tersebut yang masih minim. Meski Inggris sudah maju dalam berbagai hal, ternyata tak mudah meyakinkan para ibu, khususnya dengan tingkat pendidikan rendah, untuk mau berjuang memberikan ASI untuk anak-anaknya. (M-4)

BERITA TERKAIT