02 July 2022, 15:40 WIB

ASI Terbukti Tingkatkan Kemampuan Kognitif Anak


Putri Rosmalia | Weekend

Unsplash/ Jonathan Borba
 Unsplash/ Jonathan Borba
Air susu ibu terbukti meningkatkan kemampuan kognitif anak.

SUDAH jadi pengetahuan umum bukan jika air susu ibu (ASI) merupakan asupan terbaik untuk bayi. Kandungan gizi yang ada pada ASI tidak sama formula, dengan harga paling mahal sekalipun. 

 

Dilansir dari theguardian.com, Sabtu, (2/7), sebuah studi yang dilakukan oleh University College London, Inggris, menunjukkan sebuah bukti baru akan manfaat ASI bagi anak. Penelitian tersebut menunjukkan, ASI juga memiliki peran penting dalam menunjang kemampuan kognitif anak. 

 

Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir, memahami, dan mengeksplor hal-hal di sekitar kita. Hasil penelitian itu menyebutkan anak-anak yang diberikan ASI eksklusif oleh ibunya memiliki kemampuan kognitif yang jauh lebih baik dibandingkan yang hanya mengonsumsi susu formula sejak lahir. 

 

Penelitian yang dilakukan pada 6 ribu anak tersebut dilakukan pada kalangan keluarga miskin di berbagai wilayah Inggris. Dengan pemberian ASI eksklusif, anak-anak tersebut dapat memiliki tingkat kecerdasan yang sama dengan anak-anak lain yang mendapat asupan lebih maksimal dari keluarga ekonomi menengah ke atas. Anak-anak ASI eksklusif tersebut mampu bersaing dengan baik di sekolah. 

 

“Penelitian ini menambah bukti akan pengaruh besar pemberian ASI eksklusif pada anak, setidaknya selama tiga bulan pertama kehidupannya, pada tingkat kecerdasannya di masa depan,” ujar salah satu peneliti yang terlibat, Emla Fitzsimons. 

 

Penelitian itu juga membuktikan peran ASI tak hanya penting bagi perkembangan kesehatan tubuh anak. Melainkan juga pada perkembangan otak dan berbagai kemampuan penunjang lainnya. 

 

Anak-anak yang mendapatkan ASI di antaranya terbukti memiliki kemampuan lebih baik dalam hal bahasa, memahami percakapan, hingga dalam kemampuan berhitung dan memahami angka pada usia sekolah sejak pendidikan usia dini.

 

Salah satu tantangan yang harus dihadapi menurutnya ialah pemahaman para ibu dari keluarga miskin akan peran ASI tersebut yang masih minim. Meski Inggris sudah maju dalam berbagai hal, ternyata tak mudah meyakinkan para ibu, khususnya dengan tingkat pendidikan rendah, untuk mau berjuang memberikan ASI untuk anak-anaknya. (M-1)

BERITA TERKAIT