23 June 2022, 14:25 WIB

Grup Seni asal Cileunyi Bakal Berbagi Panggung dengan The Strokes di Denmark


Devi Harahap | Weekend

Dok. Seni Reak Juarta Putra
 Dok. Seni Reak Juarta Putra
Kesenian Reak yang akan ditampilkan grup Juarta Putra di Denmark. 

KABAR membanggakan datang dari grup seni reak Juarta Putra. Grup asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini akan tampil di festival musik Roskilde Festival di Denmark yang akan berlangsung pada tanggal 26 Juni hingga 2 Juli 2022.

Grup seni asal Cileunyi ini dijadwalkan tampil pada 2 Juli yang dijadwalkan juga akan menampilkan grup rock asal Amerika Serikat, The Strokes, sebagai penampil utama. Pada hari itu juga akan tampil grup Haim dan St. Vincent. Tampilnya Juarta Putra sudah dikonfirmasi di website resmi festival itu.

 

Festival Roskilde merupakan acara musik terkenal di Denmark dan salah satu yang terbesar di Eropa. Festival non-profit ini dimulai pada 1971 dan merupakan inisiasi dari dua orang mahasiswa setempat untuk mengumpulkan donasi bagi kegiatan budaya, musik dan kemanusiaan. Sejumlah musisi ternama lain yang akan tampil tahun ini adalah Dua Lipa, Megan Thee Stallion, hingga Tyler,The Creator,.

 

“Sebuah kebanggaan luar biasa, seni reak Juarta Putra mendapatkan kesempatan untuk mementaskan tradisi Indonesia khususnya Jawa Barat pada Festival Musik Roskilde yang diadakan di Denmark bersama jajaran artis legendaris dunia,” ujar Anggi Nugraha selaku ketua grup Juarta Putra, dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia pada Kamis, (23/6).

 

Di panggung Roskilde nanti, Seni Reak Juarta Putra akan berkolaborasi dengan musisi tradisi dari Denmark yang tergabung dalam kelompok bernama Snöleoparden & dan juga dari Italia bernama Luigi. Selain tampil di panggung Roskilde, Juarta Putra akan mengadakan pertemuan dengan seniman-seniman Denmark untuk dapat berkolaborasi lebih lanjut sebagai sebuah pergerakan budaya lintas benua.

 

“Undangan ini menjadi penghormatan kepada leluhur dan pengingat betapa luasnya hidup, sebuah kehormatan yang luar biasa dapat menampilkan seni reak di Eropa,” tambah Anggi.

 

Anggi menjelaskan Seni Reak merupakan sebuah kesenian Sunda yang hidup di antara masyarakat agraris, khususnya masyarakat petani yang mayoritas menanam padi. “Awalnya, seni tersebut merupakan pengiring upacara yang disebut "helaran reumpak jarami, ampih pare", yakni upacara yang dilakukan ketika para petani memindahkan padi dari sawah ke tempat penyimpanan padi (leuit) atau disimpan ke rumah,” jelasnya.

 

Instrumen pengiring yang digunakan Juarta Putra adalah seperangkat alat musik dogdog yang terdiri dari tilingtit, tong, brung, dan bangplak, bedug, kecrek, serta tarompet. Selain itu, sajian kesenian itu juga dilengkapi oleh penari barongan dan penari kuda lumping yang biasanya tampil dalam keadaan kerasukan atau kesurupan.

 

Seni Reak Juarta Putra berdiri sejak tahun 1982. Juarta Putra merupakan generasi penerus dari kelompok sebelumnya yakni Warga Budaya (1935-1975) yang dipimpin oleh Abah Juarta dan saat ini beranggotakan 30 orang. (M-1)

BERITA TERKAIT