24 May 2022, 16:03 WIB

Ilmuwan Temukan Cara Perkaya Vitamin D Pada Tomat


Putri Rosmalia | Weekend

123RF/belchonock
 123RF/belchonock
Rekayasa genetika pada tomat dilakukan demi menambah sumber asupan Vitamin D. 

Vitamin D merupakan salah jenis vitamin yang jarang terdapat pada asupan makanan. Hingga saat ini, sumber vitamin D terbaik bagi manusia masih dari sinar matahari. Selain dari matahari, vitamin D paling banyak terdapat pada produk ikan dan susu, tetapi dalam kadar yang terbatas. 

Keterbatasan sinar matahari di beberapa wilayah membuat sulit bagi warganya mendapat asupan vitamin D yang maksimal. Terutama bagi mereka yang tak memiliki banyak waktu di luar ruangan. 

Melihat kondisi tersebut, sekelompok ilmuwan dari University of Glasgow, John Innes Centre Norwich Inggris, Research Centre for Genomics and Bioinformatics, Italy, dan beberapa unit biologi universitas di Eropa melakukan penelitian untuk melakukan rekayasa genetika pada tomat. Menggunakan teknologi CRISPR-Cas9, mereka menemukan cara membuat tomat yang memiliki kandungan vitamin D dalam kadar yang sama seperti rata-rata yang ada di satu butir telur atau 1 ons daging ikan tuna. 

Dilansir dari cnn.com, Selasa, (24/5), salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut, Profesor Cathie Martin, mengatakan, setelah menemukan cara membuat tomat dengan kandungan vitamin D, mereka saat ini tengah melakukan kajian untuk mengetahui potensinya dikembangkan secara massal. Jika berhasil untuk dikembangkan agar proses tersebut diadopsi oleh petani, warga global akan memilki opsi makanan sebagai sumber vitamin D yang lebih sehat.

“Mendapat asupan vitamin D dari pangan sehat seperti tomat akan jauh lebih baik bagi tubuh dibandingkan mendapatkannya dari konsumsi suplemen secara terus-menerus,” ujar Martin.

Martin mengatakan, meski telah melalui rekayasa genetika kandungan gizi lain dari tomat tersebut tak akan terpengaruh atau hilang. Ragam manfaat lain dari tomat yang telah ada secara alami akan tetap ada dan diserap oleh tubuh bersamaan dengan vitamin D hasil teknologi CRISPR-Cas9. Temuan tersebut juga bisa jadi solusi pemenuhan kebutuhan vitamin D bagi kalangan vegan. 

Sementara itu, rekayasa geneitik pada tomat tersebut dilakukan dengan lebih dulu mendalami potensi yang ada pada beberapa jenis buah dan sayuran. Hasilnya diketahui, tomat memiliki kandungan provitamin D3 yang sama dengan yang ada di kulit manusia. Kandungan tersebut yang memungkinkan kulit manusia menyerap vitamin D yang berasal dari sinar matahari. 

Para ilmuwan kemudian melakukan uji coba paparan sinar UVB pada tomat di dalam lab. Hasilnya kandungan provitamin D3 tersembunyi pada tomat tersebut berhasil berubah menjadi vitamin D3.

Saat ini temuan tersebut sudah mulai mendapat sambutan positif dari pemerintah Inggris. Dalam waktu dekat direncanakan pemerintah akan memberikan dukungan fasilitas untuk petani di Inggris agar bisa memanfaatkan teknologi CRISPR-Cas9 pada tomat yang mereka tanam. (M-2) 

BERITA TERKAIT