09 May 2022, 08:45 WIB

Fenomena Langka, Penampakan Ubur-Ubur Bercahaya Melintas di Langit Amerika


Devi Harahap | Weekend

Chris Combs/VirtualRailFan/Twitter
 Chris Combs/VirtualRailFan/Twitter
Penampakan asap roket SpaceX Falcon 9, Kamis (5/5) yang mirip ubur-ubur

Sebuah kamera di Waycross, Georgia, menangkap sebuah objek misterius melesat di langit Waycross, Georgia, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (5/5) dini hari. Objek tersebut terbang di langit angkasa dengan mengeluarkan cahaya yang begitu cerah, cepat, dan diikuti oleh aura lonjong yang bersinar. Ada yang menduga benda yang melesat di angkasa itu adalah UFO. Benarkah demikian?

Chris Combs, Profesor Aerodinamika dan Teknik Mesin di University of Texas di San Antonio melalui akun twitter menjelaskan bahwa ubur-ubur luar angkasa ini bukanlah UFO. Objek bercahaya itu merupakan roket SpaceX Falcon 9 yang diluncurkan dari Kennedy Space Center Florida, kira-kira 250 mil (400 kilometer) dari Waycross.

Akan tetapi timbul pertanyaan, selama ini, banyak roket meninggalkan landasan peluncuran di Kennedy setiap tahun, tetapi hanya sedikit dari mereka yang bisa disalahartikan sebagai invertebrata bioluminescent di langit. Mengapa peluncuran roket kali ini menciptakan fenomena langka di langit yang disangka sebagai penampakan UFO berbentuk ubur-ubur luar angkasa yang bercahaya? Jadi, apa yang terjadi?

Menurut Combs, hal ini merupakan kombinasi antara faktor fisika dan waktu yang tepat. Menurut dia terbentuknya penampakan ubur-ubur raksasa yang bercahaya di langit merupakan sisa pembakaran dari knalpot nosel mesin roket Falcon 9. Bentuk bulat memanjang yang terbentuk tersebut terjadi akibat adanya perbedaan tekanan di dalam dan di luar nosel. Dalam hal ini, gas buang yang keluar dari nosel diperbesar, artinya tekanan gas lebih tinggi daripada udara sekitar saat gas buang keluar dari nosel mesin.

“Untuk mencocokkan tekanan latar belakang di sekitar atmosfer, knalpot roket menurunkan tekanannya sendiri dengan mengembang segera setelah meninggalkan nosel,” kata Combs seperti dilansir dari LiveScience, Sabru (7/5).

Lalu, bagaimana efek pancaran cahaya yang bersinar bisa tercipta? Menurut Combs penjelasan itu jauh lebih sederhana karena hanya soal waktu. Peluncuran roket dilakukan dini hari Kamis pagi sekitar pukul 05.45 waktu setempat. Ketika itu cahaya matahari datang dari atas cakrawala menerangi asap roket sehingga bersinar terang di langit yang gelap.

“Dalam knalpot yang kurang berkembang, Anda mendapatkan kipas ekspansi di pintu keluar nosel untuk mengurangi tekanan dan mencocokkan latar belakang: ubur-ubur, di ketinggian tinggi,” cuit Combs pada akun twitternya.

Tentu saja, jika Anda ingin melihat ubur-ubur luar angkasa yang sebenarnya, Anda hanya perlu melihat sedikit lebih jauh ke luar angkasa – tepatnya sekitar 300 juta tahun cahaya lebih jauh.

Dalam jarak sejauh itu, terdapat gugusan galaksi Abell 2877; ketika para astronom baru-baru ini melihat objek tersebut dengan teleskop radio, mereka melihat garis hantu ubur-ubur yang berenang melalui ruang yang jauh.

Penampakan ubur-ubur besar di langit itu terjadi dari hasil ledakan gas besar yang dalam hal ini, letusan besar dari kumpulan lubang hitam purba. Fenomena luar angkasa kerap kali terjadi di atas langit akibat dari aktivitas benda luar angkasa.(M-4)

 

BERITA TERKAIT