21 April 2022, 19:34 WIB

Meski Sulit Tercapai, Upaya Tekan Peningkatan Suhu Bumi Patut Diupayakan


Putri Rosmalia | Weekend

AFP/DIMITAR DILKOFF
 AFP/DIMITAR DILKOFF
Kebakaran hutan di wilayah hutan Siberia, Juli 2021. 

Negara-negara di dunia berkomitmen untuk melakukan aksi nyata demi menekan peningkatan suhu global. Ditargetkan peningkatan suhu global tak mencapai 1,5 derajat celcius di 2030 mendatang.

Meski tak sedikit yang optimis, angka tersebut dinilai terlalu ambisius. Target tersebut dinilai sulit dicapai mengingat saat ini mobilitas serta aktivitas manusia juga semakin tinggi dan cepat.

"Meski mengecewakan tapi saya rasa target 1,5 derajat itu tak akan tercapai. Mungkin kalau 2 derajat masih akan bisa dikejar," ujar Ahli Ekologi dan Biologi Kelautan, Universitas California, AS, Profesor Ben Halpern, ketika diwawancara Media Indonesia via zoom yang difasilitasi Kedubes AS, di Jakarta, Kamis, (21/4).

Halpern mengatakan, untuk mencapai angka dua derajat saja ketercapaiannya masih akan sangat sulit. Dibutuhkan usaha keras semua negara di dunia dan juga masyarakat global secara masif.

Jika melihat kondisi kerusaka lingkungan di berbagai wilayah saat ini, Halpern mengatakan sangat sulit untuk bisa mencapai target konservasi secara signifikan hingga 2030 mendatang. Sementara konservasi di berbagai lini perannya sangat penting untuk menekan peningkatan suhu bumi dan laju perubahan iklim.

"Jadi sekali lagi 1,5 derajat cenderung mustahil. Meski begitu bukan berarti semua upaya yang dilakukan selama ini jadi sia-sia," ujarnya.

Ia mengatakan, meski belum berdampak besar setiap upaya menekan dampak perubahan iklim dan penyelamatan lingkungan tetap perlu dilakukan. Dengan begitu dampak buruknya bisa ditekan dalam jangka panjang.

"Jadi meski mungkin target-target di 2030 sulit tercapai, upaya-upaya konkret yang dilakukan akan menjadi penyelamat dari potensi kerusakan lingkungan yang lebih parah dalam jangka panjang," tuturnya.(M-4)

BERITA TERKAIT