21 April 2022, 09:46 WIB

Java Jazz 2022, Rayakan Kembalinya Festival Musik Internasional


Fathurrozak | Weekend

MI/Fathurrozak
 MI/Fathurrozak
Dewi Gontha, direktur utama Java Festival Production (masker merah muda) bersama perwakilan kementerian dan jajaran sponsor.

SETELAH  absen pada tahun lalu akibat pandemi covid-19, festival jazz internasional Java Jazz kembali hadir untuk edisi ke-17 yang akan digelar pada 27-29 Mei 2022. Mengusung tema Blooming Season, festival kali ini ingin merayakan kembalinya industri musik dan pertunjukan setelah sempat mati suri selama kurun dua tahun.

Pada tahun ini, pengisi panggung pun akan didominasi oleh musikus lokal untuk mendukung industri musik di dalam negeri di tengah upaya pemulihan. Beberapa di antaranya mereka yang akan tampil adalah Tohpati, Dewa Budjana, Candra Darusman, Adikara Fardy, Danilla, dan Nadin Amizah. Sementara untuk jajaran musisi internasional di antaranya adalah PJ Morton, Alex Porat, dan Dirty Loops.

“Untuk PJ Morton sendiri kami sudah mengusahakan itu sejak 2019. Pada 2020 juga tidak bisa. Baru tahun ini bisa. Salah satu pertimbangannya selain karena dia pemenang Grammy, juga banyak melakukan kolaborasi dan selama duta tahun ini produktif, jadi materinya banyak,” kata direktur utama Java Festival Production Dewi Gontha, promotor yang menaungi Java Jazz, saat konferensi pers di Holywings Senayan Park, Jakarta, Rabu, (21/4).

Sementara itu, ada beberapa penyesuaian dalam penyelenggaraan tahun ini. Selain menghilangkan panggung di area lobby, yang kemudian kini berjumlah menjadi 10 panggung dari 11 panggung di tahun lalu, Java Jazz juga tidak menyediakan tiket terusan tiga hari. Hal itu berkaitan dengan kebutuhan tes covid per harinya.

Mereka yang memiliki kualifikasi untuk masuk ke area festival dan membeli tiket adalah yang sudah melakukan vaksin booster. Sementara untuk penonton usia 12-17 tahun hanya diwajibkan vaksin dua dosis. Sementara itu, tahun ini tidak diperkenankan bagi penonton di bawah usia 12 tahun.

Pembeli tiket juga tidak boleh diwakilkan seperti biasanya. Masing-masing pembeli dan pemegang tiket adalah harus atas nama mereka sendiri, untuk keperluan pendataan dan tracing.

“Di venue, penonton diwajibkan pakai masket KN95 atau N95, atau masker ganda. Penonton boleh duduk dan berdiri. Tinggal nanti menyesuaikan kapasitas yang diperbolehkan. Untuk saat ini, kami masih mengajukan jadwal festival mulai dari 15:30 WIB-01:00 WIB setiap harinya. Tapi itu masih menunggu kepastian izin final,” tambah Dewi.

Untuk tiket Java Jazz tahun ini per hari dibanderol dengan harga Rp850 ribu, dan untuk satu pertunjukan spesial Rp450 ribu. Jika penonton ingin menonton pertunjukan spesial seperti PJ Morton, harus membeli tiket harian dan tiket pertunjukan spesial. Selain itu, penyelenggara juga menyediakan promo beli satu gratis satu tiket menggunakan kartu debit dan kredit BNI. Baik pengunjung dalam negeri maupun luar negeri juga diperkenankan untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. (M-4)

BERITA TERKAIT