24 March 2022, 23:08 WIB

Ada Sebabnya Pakaian Baru Wajib Dicuci Dulu Sebelum Dipakai


Nike Amelia Sari | Weekend

123RF/andreypopov
 123RF/andreypopov
Ada alasan ilmiah mengapa baju baru harus dicuci dulu sebelum dipakai. 

Tampilan baju baru yang rapi dan tidak perlu disetrika membuat kita terkadang menganggap tidak penting untuk mencucinya sehingga langsung dikenakan setelah membeli dari toko pakaian.

Jangan. Anda harus selalu mencuci pakaian yang baru Anda beli. 

Menurut para ahli, mengenakan pakaian baru sebelum dicuci dapat menyebabkan masalah kulit. Bahan kimia berbahaya sering digunakan selama proses pembuatan pakaian.

Anda mungkin berpikir pakaian terbilang aman jika terlihat bersih. Padahal, sebenarnya bisa berbahaya bagi kulit Anda jika pakaian itu mengandung substansi yang dapat merembes ke dalam kulit Anda.

Lee W. Johnson, pendiri perusahaan pakaian pria Old Bull Lee, menjelaskan bahwa sebagian besar pabrik manufaktur pakaian berlokasi di kawasan industri perkotaan yang sangat padat dengan orang, truk, dan manufaktur. Dia menambahkan bahwa pabrik-pabrik ini cenderung memiliki kualitas udara yang dipertanyakan dan didinginkan oleh jendela yang terbuka, yang memungkinkan polutan bersirkulasi dan menempel pada kain.

"Banyak polutan industri di udara beterbangan dan mereka kemungkinan mengendap pada benda-benda selama waktu yang dihabiskan saat pakaian sedang diproduksi. Pada saat pakaian sampai ke Anda, pakaian mungkin terlihat baik-baik saja tetapi ada banyak hal yang ada di permukaannya yang mungkin tidak Anda lihat," katanya seperti dilansir dari huffpost.com, Rabu (23/3).

Bahkan jika sebuah pabrik memiliki sirkulasi udara yang lebih baik, bahan kimia yang digunakan dalam proses tersebut bisa berbahaya. Menurut Johnson, kita harus khawatir dengan hal-hal berikut.

- Timbal, bahan yang cukup umum dalam banyak pigmen pewarna berwarna cerah.
- Formaldehida, karsinogen yang dikenal sering digunakan dalam pakaian anti-kerut
- PFC, penolak air berbasis fluorokarbon
- Pewarna dispersi AZO, pewarna sintetis karsinogenik yang mudah diserap oleh kulit dan terkait dengan dermatitis kontak.

Dokter kulit bersertifikat Dr. Azadeh Shirazi juga memperingatkan konsumen untuk waspada terhadap quinoline, yang dapat muncul dalam kadar tinggi, terutama dalam poliester, dan tidak hanya dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi, tetapi berpotensi peningkatan risiko kanker.

Sementara itu, dokter kulit bersertifikat Dr. Loretta Ciraldo melihat pasien dengan dermatitis alergi kontak - ruam merah dan gatal-- yang disebabkan oleh kontak langsung dengan zat tertentu dalam praktiknya di Miami, tempat cuaca hangat dan pakaian ketat adalah hal lazim sepanjang tahun. 

Dia mengatakan, berkeringat dan gesekan dari pakaian ketat, seperti pakaian olahraga, dapat berkontribusi pada pelepasan pewarna dan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan iritasi atau alergi ke dalam kulit kita.

"Mereka luruh dengan air. Dengan cara yang sama mereka luruh di mesin cuci, sayangnya, mereka juga keluar oleh keringat tubuh kita," ucapnya. (M-2) 

BERITA TERKAIT