17 March 2022, 08:04 WIB

Proyek Film Mira Lesmana-Riri Riza Dilirik Studio Asal Thailand


Fathurrozak | Weekend

Dok. Miles Films
 Dok. Miles Films
Studio White Light akan memberikan fasilitas pascaproduksi untuk proyek film Cubs

Gelaran forum pendanaan bagi film-film Asia, Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) 20 telah mengumumkan 14 proyek film pemenang yang mendapat hadiah tunai dan kolaborasi kerja sama. Film Indonesia garapan Riri Riza, Cubs, mendapat fasilitas pascaproduksi dari studio asal Thailand, White Light Studio. 
 
“Terima kasih White Light Studio yang sudah memberikan penghargaan luar biasa ini untuk proyek kami, film Cubs. Terima kasih untuk pengakuannya, dan tentu ini meningkatkan energi baik di awal proyek,” kata Riri Riza seusai pengumuman HAF20 yang disiarkan secara daring, Rabu (16/3).
 
Sebelumnya, Cubs menjadi salah satu proyek film yang terpilih di seksi program In Development Projects (IDP) di HAF20 bersama 27 proyek film lain dari beberapa negara di Asia. Sebelum pengumuman, produser film Cubs Mira Lesmana mengatakan sudah menjalin 22 pertemuan selama tiga hari sejak 14 Maret dengan berbagai pihak di HAF20.

HAF merupakan pasar film (film market) yang berinduk pada HKIFF (Hong Kong International Film Festival) Industry, dan menjadi salah satu ajang pendanaan prestisius di Asia.

Sementara itu, White Light Studio bukan kali ini bekerja sama dengan proyek film Indonesia. Sebelumnya mereka juga menangani pasca-produksi dari film garapan sutradara Kamila Andini, Yuni. 
 
Saat ini, film Cubs masih dalam tahap pengembangan dan penyelesaian naskah. Mira berharap tahun depan filmnya sudah bisa memulai persiapan produksi. 

Sebelumnya, Mira sempat mengatakan bujet film ini ditaksir sekitar US$1 juta. Untuk itu, pihaknya berupaya mencari investor dari pasar pendanaan film internasional sembari menuntaskan penulisan skenario. 

Cubs, yang judul bahasa Indonesianya adalah Anak-Anak Harimau, berkisah tentang dua remaja Gul dan Sas yang hidup di pesantren. Di tengah banyaknya rasa penasaran terhadap gairah masa remaja mereka, Gul dan Sas juga terjepit dengan kondisi sosial di lingkungan pertambangan emas. (M-2) 

BERITA TERKAIT