18 February 2022, 11:04 WIB

Ketika Jennifer Lopez Mengisahkan Dirinya


Galih Agus Saputra | Weekend

Dok. Twitter @MarryMeMovie
 Dok. Twitter @MarryMeMovie
Jennifer Lopez dalam film terbarunya, Marry Me

Sempat dua kali ditunda peluncurannya karena pandemi Covid-19, film komedi romantis Marry Me yang dibintangi penyanyi asal Amerika Serikat, Jennifer Lopez, kini akhirnya muncul di bioskop Tanah Air. Diadaptasi dari novel ilustrasi berjudul sama karya Bobby Crosby dan Remy Eisu Mokhtar, film berdurasi 112 menit itu menceritakan romansa tiba-tiba antara Kat Valdes (Lopez) dan Charlie (Owen Wilson) dan Bastian (Maluma).

Film yang disutradarai Kat Coiro ini menyajikan kisah cinta yang sedikit banyak mengingatkan pada film Notting Hill (1999) - - Julia Roberts sebagai bintang film terkenal dengan kekasih brengsek, Hugh Grant sebagai pemilik toko kecil yang hidup tidak neko-neko, dan lagu She dari Elvis Costello. 

Di Marry Me, Kat adalah penyanyi yang sangat terkenal dan kurang beruntung dalam percintaan dengan beberapa pernikahan yang kandas. Ehem, mengingatkan pada sesuatu, JLo?

Calon suaminya yang terakhir, Bastian,  ternyata tidak lebih dari seorang bajingan, berselingkuh dengan asisten Kat, menjelang prosesi pernikahan mereka. Prosesi yang sedianya akan berlangsung dalam konser live di hadapan jutaan orang, daring dan luring. 

Kat, yang sudah terlanjur naik di atas panggung dengan gaun pengantin berkilauan, kemudian tetiba menunjuk Charlie yang tengah menemani putrinya menonton konser Kat sambil membawa poster bertuliskan Marry Me, untuk menjadi mempelai pria. 

Mulai dari situ, plot bergulir. Layaknya pasangan dari kehidupan yang bertolak belakang, dunia Kat dan Charlie mulai berubah. Walau, sepertinya tidak banyak yang 'ditawarkan' Kat kepada Charlie selain membuat duda beranak satu/guru matematika itu membuka akun media sosial. Tapi ya, film ini bukan tentang Charlie, melainkan Kat, atau lebih tepat, Jennifer Lopez (well done untuk Wilson yang kembali membuktikan dirinya sebagai pendukung yang baik). 

Menonton film ini seperti menyimak kehidupan Lopez sebagai megastar dengan spirit Jenny from the Block. Marry Me seolah tidak menuntut sang diva untuk berakting, walau kita tahu JLo bisa berakting baik, seperti dalam film Hustler (2019). Karenanya, film ini agak terasa datar. 

Namun, bukan berarti Marry Me tidak menghibur. Film ini dapat dinikmati untuk bersantai, khususnya bagi penyuka film romcom. Lagu-lagu yang dinyanyikan Lopez, terutama On My Way, juga menjadi highlight dalam film berdurasi 112 menit tersebut. (M-2) 

 

BERITA TERKAIT