15 February 2022, 15:53 WIB

Film Nana Tayang Perdana di Berlin Film Festival 2022


Fathurozak | Weekend

Dok. Instagram Kamila Andini.
 Dok. Instagram Kamila Andini.
Kamila Andini (kanan)

FILM  terbaru ksrya sutradara Kamila Andini Before Now & Then (Nana) berpartisipasi dalam Berlinale Film Festival 2022 di Jerman dalam program Competition. Festival yang berlangsung selama 10-21 Februari itu pun menjadi penayangan perdana (world premiere) film Nana.

Film yang dibintangi Happy Salma dan Laura Basuki itu memiliki latar tahun 1960-an saat masa peralihan pemerintahan Presiden  Sukarno ke Soeharto yang menyebabkan penyingkiran orang-orang yang dianggap komunis.

Nana, perempuan muda yang lembut dan cantik, sangat terpengaruh oleh konflik tersebut. Suaminya diculik dan dibawa ke hutan. Meskipun dia berhasil melarikan diri dari pemimpin geng yang ingin memaksanya untuk menikah dengannya, insiden itu merenggut nyawa ayahnya dan membuatnya jatuh miskin.

Beberapa tahun kemudian, dia hidup nyaman sebagai istri kedua seorang pria Sunda kaya, dengan seorang pembantu untuk membantunya menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Namun masa lalu Nana kembali muncul dalam mimpinya.

Sutradara Kamila Andini pun mengungkapkan tentang proses pengerjaan film tersebut, yang juga idenya dengan mengembangkan memori dari ibu dan neneknya yang berdarah Sunda.

“Salah satu hal yang sangat berharga dari festival trip kali ini adalah pengalaman mama saya tercinta Rika Garin. Film Before, Now & Then (Nana) yang bercerita tentang perempuan Sunda, dalam film ini saya banyak memasukan memori tentang  mama dan kedua nenek saya, dan juga perempuan-perempuan Sunda di keluarga saya,” kata Dini dalam unggahannya di Instagram, Selasa (15/2).

“lya, banyak yang tidak tau bahwa Sunda adalah salah satu warisan saya. Saya bangun, tumbuh, berada di keseharian mereka. Salah satu alasan saya membuat film ini sesungguhnya adalah untuk mama dan nenek-nenek saya. Saya sadar bahwa saya tidak akan bisa sampai sini tanpa dukungan dan doa Mama Rika. Pelukannya menjadi kekuatan terbesar saya. Bahagia sekali bisa berbagi malam itu dengan mama, menyaksikan bahasa dan budaya kami di Berlinale,” sambung sutradara film Yuni tersebut. (M-4)

BERITA TERKAIT