08 February 2022, 19:15 WIB

Moonfall: Omong Kosong Film Bencana ala Roland Emmerich


Fathurrozak | Weekend

Dok. Lionsgate
 Dok. Lionsgate
Moonfall (2021)

Belum lama ini, sutradara Adam McKay keluar dengan film barunya, Don’t Look Up, yang menjadi satir untuk para birokrat pemerintahan yang tidak percaya pada para saintis dan peristiwa alam. Bila setidaknya Don’t Look Up berpijak pada suatu yang relevan dan nyata, film terbaru garapan Roland Emmerich, Moonfall, jauh dari dua hal tersebut. 

Temanya sih, mirip-mirip. Soal fenomena bencana benda langit yang bakal memengaruhi kehidupan umat manusia. Tapi, dengan segala kemegahan yang dimiliki Moonfall, begitu banyak lubang plot yang terasa. Membuat film itu terasa seperti omong kosong yang dipercantik dengan efek CGI nan megah.

Moonfall memiliki premis tentang bulan yang bergeser dari poros orbitnya. Hal itu menyebabkan bencana alam secara masif di Bumi dan mengancam keberlangsungan hidup para penghuni planet ini. 

Cerita dimulai ketika tiga astronot NASA Brian Harper (Patrick Wilson),  Jocinda (Halle Berry), dan satu rekannya dalam misi pemeliharaan rutin satelit. Saat misi berlangsung, terjadi kecelakaan yang membuat rekan Brian dan Jo tewas akibat diserang oleh material luar angkasa yang ketika itu belum diketahui asal dan bentuknya. 

Peristiwa tersebut membuat Brian dipecat setelah melewati sidang peradilan, meski ia menyelamatkan Jo. Hubungan rumah tangga Brian pun selesai. Sementara itu, karier Jo justru makin moncer. Ia jadi tokoh penting di NASA. 

Sedekade kemudian, ada peristiwa tentang bulan yang bergeser dari orbitnya. Status itu justru awalnya tidak disadari NASA, melainkan oleh si geek luar angkasa KC Houseman (John Bradley), dengan segala teori konspirasinya. KC menganggap bulan disusun oleh megastruktur, semacam teknologi maju milik alien. Setelah munculnya berbagai serentetan peristiwa alam dikombinasikan dengan teori konspirasi yang dibagikan KC di internet pun, itu jadi laris manis jadi santapan publik. 

Emmerich memang dikenal sebagai sutradara dengan fokus subjek film-film bencana. Tapi, Moonfall tampak menjadi puncak kekonyolannya dengan penggabungan genre bencana-fiksi ilmiah-apokalips yang secara malu-malu dan tanggung dalam menguatkan plot. Dalam perpindahan nuansa film per babak tertangkap suatu ketergesaan yang tiba-tiba dimunculkan tanpa penebaran benih kausalitas di perjalanan narasinya.

Adapun idenya soal megastruktur bulan dan kehancuran bumi, serta keanehan-keanehan yang terjadi dalam misi pengembalian orbit bulan oleh trio Brian-Jo-KC, tampak jadi fragmentasi kasar untuk menggenapi kepingan-kepingan teori konspirasi KC. 

Memang bahasa visualnya yang sangat mengandalkan efek CGI untuk menunjukkan porak porandanya bumi tentu jadi sesuatu yang menyenangkan–seperti halnya dalam film 2012. Tapi, ya, terkadang juga melelahkan melihat sesuatu yang bahkan tertangkap di benak kita sebagai suatu yang musykil dipercayai sebagai suatu yang nyata dan relevan. Dus, tidak ada kebaruan juga dalam genre yang kerap kali dibawa oleh Emmerich. Moonfall seperti jadi film untuk para penggemar teori konspirasi yang ingin melihat imajinasinya jadi kenyataan.

Moonfall tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 4 Februari lalu. (M-2) 

BERITA TERKAIT