28 January 2022, 08:33 WIB

Perusahaan Elon Musk Bersiap Uji Klinis Cip di Otak Manusia


Putri Rosmalia | Weekend

123RF
 123RF
Neuralink siap-siap uji klinis pada manusia. 

Salah satu perusahaan rintisan milik Elon Musk, Neuralink, tengah bersiap melakukan gebrakan baru. Perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan cip pada otak tersebut akan segera melakukan uji klinis pada manusia.

Sebelumnya, Neuralink telah sukses menanam cip pada otak babi. Penanaman cip tersebut membuat aktivitas otak babi bernama Gertrude tersebut dapat tertangkap dan terlacak oleh sistem komputer yang terhubung dengan cip.

Dilansir dari theguardian.com, Kamis, (27/1), pada manusia, Musk menargetkan penanaman cip akan membantu membuat seseorang mampu terhubung dengan perangkat komputer hanya dengan menggunakan kekuatan pikiran. Alias cip akan terhubung dengan sistem komputer dan perangkat lain yang memungkinkannya dapat bekerja hanya dengan perintah di dalam otaknya.

Melalui Neuralink yang dibentuknya sejak 2016, Musk berharap teknologi tersebut dapat membantu seseorang dengan kondisi fisik terbatas, khususnya mereka yang mengalami kelumpuhan. Seseorang yang mengalami kelumpuhan akan dapat mengontrol berbagai hal meski tak dapat menggerakkan anggota tubuh mereka dengan maksimal.

Untuk menyukseskan uji klinis pada manusia tersebut, saat ini Musk mengatakan tengah merekrut beberapa orang baru untuk Neuralink. Salah satunya ialah untuk posisi direktur uji klinis.

“Saya rasa kami punya kesempatan melalui Neuralink untuk mengembalikan fungsi tubuh seseorang dengan kondisi tertentu, seperti yang mengalami cedera syaraf tulang belakang. Neuralink bekerja dengan baik pada uji klinis di hewan. Kami juga telah melakukan berbagai persiapan dan percobaan yang membuktikan  bahwa sistem yang kami buat sangat aman,” ujar Musk.

Meski optimis, Musk belum menyebutkan kapan terget penyelesaian uji klinis pada manusia tersebut. Hal itu sepertinya dilakukan Musk karena sebelumnya ia sempat gagal mencapai target untuk bisa melakukan uji coba pada manusia sebelum tahun 2020. (M-2) 

BERITA TERKAIT