15 September 2021, 15:25 WIB

Cerita Wina Jadi Wakil Indonesia di Aviasi Internasional


Budi Ernanto | Weekend

DOK IST
 DOK IST
Wina Mawardani bersama rekan-rekannya dari Emirates.

MENJADI seorang pramugari, mungkin adalah impian bagi banyak gadis di Indonesia. Apalagi menjadi pramugari di maskapai penerbangan internasional. Itu pasti hal yang sangat membanggakan.

Hal tersebut yang mungkin saat ini dirasakan oleh Wina Mawardani. Semula, pekerjaan impian Wina sejak di bangku sekolah ialah menjadi diplomat atau duta besar di luar negeri mewakili Indonesia. Dia pun mengambil jurusan Hukum Internasional di bangku kuliah demi menunjang kariernya. Wina juga mengambil kursus bahasa asing.

Namun, takdir berkata lain dengan kehendak. Wina kini berprofesi sebagai pramugari maskapai asing dari Timur Tengah. Meski bukan menjadi diplomat seperti cita-citanya, tapi secara tidak langsung Wina sudah mewakili Indonesia di kancah aviasi internasional. Menurutnya itu menjadi kebanggan tersendiri untuknya karena bisa bertemu dan bekerja sama dengan rekan-rekan sesama awak kabin dari berbagai negara. 

Sebelum bekerja untuk Emirates, sebuah maskapai dari Uni Emirat Arab, Wina pernah menjadi pramugari di maskapai domestik Indonesia. Hal ini menjadi bekal pengalamannya dalam menjalankan profesi sebagai pramugari maskapai luar, karena bekerja di perusahaan multinasional dengan lingkungan kerja yang multirasial dan beraneka ragam tentu tidak lah mudah.

Perbedaan budaya, bahasa, kebiasaan, dan pola pikir setiap orang kerap menjadi kendala tersendiri untuk Wina. Tetapi semua tantangan pekerjaan bisa diatasi dengan baik oleh perempuan berdarah Minang-Bugis ini dengan tujuan profesionalitas dalam bekerja. 

Tentang senioritas yang sudah jadi rahasia umum di tempat kerja, Wina sudah mengalami keunikan keduanya, baik di maskapai domestik maupun maskapai asing. 

Menurut Wina, bekerja di maskapai luar negeri sebagai pramugari khususnya maskapai Timur Tengah, adalah sebuah tantangan. Awalnya karena lingkungannya serba berbeda, Wina sempat mengalami kesulitan. Tapi seiring berjalannya waktu, Wina lekas terbiasa dengan lingkungan kerjanya yang baru. 

Wina mengakui bahwa tingkat profesionalitas dalam bekerja di maskapai asing masih lebih tinggi ketimbang maskapai domestik. Di dunia kerja yang multinasional, mereka terbiasa untuk berdiskusi dan menyampaikan pendapat. 

Baca juga: Pekerja Lini Depan Maskapai Emirates Mulai Divaksin

"Kita sangat menghargai satu sama lain di sini (di Emirates). Dari Captain (pilot) sampai awak kabin yang paling junior sekalipun tidak merasa kaku dan takut untuk menyampaikan pendapat," ujar Wina dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Sebaliknya, Wina menuturkan bahwa dirinya sempat mengalami bullying yang dibalut senioritas ketika masih bekerja di maskapai domestik. "Bayangkan, tiap terbang aku dulu bukan gugup karena kerjaan, tapi lebih kepada takut punya rekan kerja yang rese dan sok senior, padahal cuma beda angkatan 2 atau 3 bulan saja."

Pengalaman menyakitkan tersebut membuat perempuan berdarah Minang-Bugis ini tidak nyaman di lingkungan kerjanya terdahulu dan memutuskan untuk keluar dan akhirnya berkarir menjadi awak kabin untuk maskapai luar negeri.

Dengan karirnya yang sekarang, Wina sangat bangga bisa membawa nama Indonesia ke angkasa. “Saya pernah menjadi pembawa bendera untuk provinsi Maluku, ini yang membuat rasa nasionalisme saya meningkat untuk menjadi wajah Indonesia yang baik di negeri orang,” lanjutnya. Wina juga bangga akan jilbab yang dipakainya karena tidak menghambat karirnya sebagai pramugari di luar negeri. 

Namun sayang, di masa pandemi seperti ini, bisnis penerbangan mengalami guncangan luar biasa. Hal ini bisa terlihat dari penurunan jumlah penumpang yang tentu saja berdampak juga terhadap jam terbang seorang pramugari. 

Sementara mengisi waktu luang di sela jadwal penerbangan yang masih tidak menentu, Wina rajin membuat konten tentang dunia aviasi dan pramugari di Instagram melalui akun @winaswft dan di Tiktok dengan akun @winamawar.

“Harapan saya sih, ingin memberikan edukasi tentang dunia penerbangan ke teman-teman yang ingin mendalami profesi pramugari, apalagi jika mereka berminat untuk bekerja di maskapai internasional seperti saya,” imbuhnya. (R-3)

BERITA TERKAIT