16 September 2021, 12:50 WIB

Wah, Fosil Naga Terbang Ditemukan di Cile


Galih Agus Saputra | Weekend

 Universidad de Chile / AFP
  Universidad de Chile / AFP
 Para ilmuwan dari Universidad de Chile sedang meneliti fosil pterosaur di gurun Atacama 

Naga kerap dikenal sebagai mahluk mitologi dalam berbagai kebudayaan. Meski julukan dan penggambaran wujudnya berbeda-beda, secara umum mahluk ini dikenal sebagai bagian dari kelompok hewan vertebrata khususnya reptil, atau ular yang memiliki sayap dan menghembuskan napas api.

lmuwan dari University of Chile baru-baru ini dikabarkan berhasil menemukan fosil binatang purba dengan ciri-ciri serupa. Fosil itu ditemukan di Gurun Atacama, atau lebih tepatnya berada di wilayah utara Cile.

Temuan kali ini dianggap menjadi bukti pertama adanya reptil era Jurassic yang memiliki ekor panjang, sayap tajam, dan gigi yang menjorok ke luar. Ia termasuk dalam kelompok pterosaurus awal yang menjelajahi bumi 160 juta tahun silam.

Fosil ini pertama kali ditemukan Direktur Museum Sejarah dan Budaya Nasional Gurun Atacama, Osvaldo Rojas, pada 2009. Usai temuan itu, ilmuwan University of Chile lantas melanjutkan amatan pada sisa-sisa spesies yang sebelumnya tidak dikenal sebagai reptil terbang periode Jurassic tersebut.

Hasil analisisa kemudian juga menunjukan bahwa hewan ini adalah bagian dari subfamili Rhamphorhynchinae. Jhonatan Alarcon, yang memimpin studi mengatakan spesimen kali ini ialah subfamili Rhamphorhynchinae pertama yang ditemukan di belahan bumi selatan.

"Penemuan dari kelompok ini biasanya berasal dari Eropa dan sisa-sisa kerangka yang ditemukan di Cile menunjukkan bahwa distribusi hewan dalam kelompok ini lebih luas daripada yang diketahui sebelumnya. Penemuan ini menunjukkan hubungan yang erat dan kemungkinan migrasi antara belahan utara dan selatan pada saat sebagian besar daratan selatan dunia diyakini terhubung di superbenua yang disebut Gondwana," katanya, seperti dilansir dari Independent, Rabu, (15/9).

Pterosaurus sebelumnya juga pernah ditemukan di Kuba.  Kerangka reptil terbang purba berusia 96 juta tahun pun pernah ditemukan di Australia. Adapun laporan hasil penelitian kali ini telah dipublikasikan dalam jurnal Acta Palaeontologica Polonica. (M-4)

 

BERITA TERKAIT