20 May 2021, 19:30 WIB

Alasan Harus Bertahap Memulai Intensitas Olahraga Usai Ramadan


Mediaindonesia.com | Weekend

doitinparis.com
 doitinparis.com
Ilustrasi

Selama Ramadan, sebagian Anda cenderung mengurangi intensitas dan frekuensi rutinitas olahraga atau bahkan tidak melakukannya sama sekali dan ketika bulan suci untuk para Muslim itu berlalu, banyak dari Anda ingin kembali melakukan aktivitas secara rutin termasuk untuk tujuan dalam transformasi tubuh.

Namun, masalah kesehatan bisa muncul ketika kita mengubah rutinitas secara mendadak. Oleh karena itu, dokter dan peneliti bidang kardiovaskuler, Gusti Rizky Teguh Riyanto menyarankan Anda melakukan rutinitas olahraga secara perlahan dan bertahap.

"Untuk aktivitas fisik, tubuh kita perlu melewati proses adaptasi agar tidak kaget dengan latihan intensif yang mendadak," kata Rizky dalam siaran persnya, Kamis (20/5).

Baca juga : Tujuh Orang Diselidiki Atas Kematian Diego Maradona

Dia mengatakan, sebagian besar masalah kesehatan yang timbul saat memulai latihan intensitas tinggi terjadi karena kita memaksa tubuh untuk bergerak tanpa beradaptasi.

Jantung Anda mungkin belum siap menghadapi rutinitas intensif. Ketika ini terjadi, serangan jantung dapat muncul, disertai risiko kesehatan lainnya seperti aritmia. Gejala yang dirasakan yaitu nyeri dada, sesak, atau pingsan.

Selain itu, kemungkinan terjadinya cedera tulang, sendi, dan otot juga meningkat, dan tubuh bisa mengalami kram, keseleo/terkilir, atau bahkan patah tulang.

Rizky menuturkan, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda perhatikan yakni memastikan selalu kapasitas tubuh sebelum memulai rutinitas olahraga, mengondisikan asupan nutrisi.

Selain itu, memastikan jadwal tidur atau istirahat Anda normal sehingga Anda merasa segar saat berolahraga, dan mulai dengan latihan dengan intensitas lebih rendah kemudian perlahan tingkatkan intensitasnya hingga Anda kembali ke rutinitas yang sesuai.

"Saya sarankan untuk memulai dengan olahraga ringan seperti jalan pagi selama 30 menit," ujar Rizky.

Hal senada juga diungkapkan penyanyi yang juga instruktur Marcell Siahaan. Dia mengatakan, sepanjang bulan puasa, mengurangi intensitas rutinitas olahraga sangatlah penting. Tetapi sekarang, Anda harus mengubah tujuan transformasi tubuh dan mencapai target.

"Namun, sangat penting untuk memulai dengan perlahan, dan beradaptasi dengan kemampuan tubuh kita saat ini. Bagi sebagian dari kita, memulai rutinitas dengan intensitas tinggi sangat sulit," kata dia. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT