29 April 2021, 18:38 WIB

Apa Jadinya Tanding Martial Art di Luar Angkasa?


Bagus Pradana | Weekend

123RF/lightfieldstudios
 123RF/lightfieldstudios
Ilustrasi turnamen martial arts

Sebuah even turnamen MMA (Mix Martial Arts) jenis baru sedang ramai menjadi perbincangan publik di Amerika. Pasalnya turnamen tersebut akan diselenggarakan dengan format gravitasi nol (zero G).

Even MMA bertajuk 'Galactic Combat' ini akan menampilkan 40 petarung seni bela diri campuran dari seluruh dunia untuk beradu kekuatan di arena tanding yang tidak biasa, yaitu di luar angkasa.

Even yang diinisiasi oleh rumah produksi, Space 11 ini akan diselenggarakan dengan masa kompetisi selama 12 bulan. Sebelum mengikuti turnamen ini semua petarung diwajibkan menjalani pelatihan tentang tata cara bertarung dalam sangkar tanpa adanya gravitasi lewat program pengondisian mirroring ala astronot.

Turnamen ini juga merupakan turnamen MMA pertama yang diadakan di luar angkasa (MMA Zero G). 

Selain itu pihak penyelenggara juga menyatakan bahwa dalam penyelenggaraannya akan ada dua pertandingan final yang difasilitasi dengan roket khusus. Sehingga saat pertandingan dimulai para petarung akan mengorbit bumi selama 90 menit.

Andrea Iervolino, selaku pendiri Space 11 mengemukakan bahwa pertandingan MMA Zero G ini merupakan sebuah upaya inovasi untuk mengembangkan tak hanya olahraga namun juga suatu format entertainment tipe baru.

"Gelaran pertandingan MMA di lingkungan gravitasi nol ini akan memberikan pengalaman menonton yang 'tidak boleh dilewatkan', olahraga ini benar-benar akan menjadi sebuah terobosan," papar Andrea Iervolino seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Rabu (29/4).

"Format olahraga ini akan menghadirkan kompetisi baru yang paling menarik dan melahirkan penggemar baru," imbuhnya. 

Turnamen 'Galactic Combat' saat inu sedang dalam masa praproduksi, rencananya turnamen ini akan tayang dalam 12 episode pada tahun 2023.

"Kami berkomitmen penuh terhadap teknologi  yang teruji dan data ilmiah yang untuk menjamin keamanan selama proses berlangsung," ujar Iervolino.

Untuk mengeksekusi acara tersebut tim Space 11 mengklaim bahwa mereka memiliki sumberdaya yang kompeten termasuk sejumlah mantan karyawan SpaceX, astrofisikawan, dan astronom yang tergabung dalam timnya. (M-2) 

BERITA TERKAIT