28 April 2021, 14:24 WIB

Ahli Waris Samsung ‘Lepas’ Lukisan Picasso untuk Lunasi Pajak


Adiyanto | Weekend

Jung Yeon-je / AFP
 Jung Yeon-je / AFP
Seorang wanita berjalan melewati iklan smartphone Samsung Galaxy S21 di showroom perusahaan di Seoul 

 

 

KELUARGA ahli waris grup Samsung mengumumkan rencana mereka untuk membayar lebih dari US$10 miliar untuk penyelesaian pajak warisan. Konon,  nilai pajak itu merupakan yang terbesar di dunia, sehingga mereka terpaksa ‘melepas’ koleksi lukisan karya Pablo Picasso dan Monet.

Lee Kun-hee, mendiang pendiri Samsung Electronics adalah orang terkaya di Korea. Dia meninggal Oktober lalu pada usia 78 setelah dirawat di rumah sakit selama bertahun-tahun. Dia mewariskan aset sekitar 22 triliun won (US$19,6 miliar).

Korea Selatan memiliki undang-undang pajak warisan yang ketat dan tarif yang tinggi, mengakibatkan tagihan yang besar untuk keluarga, termasuk wakil ketua Samsung Electronics Lee Jae-yong, yang saat ini dipenjara karena penyuapan, penggelapan, dan pelanggaran lainnya.

“Keluarga Lee berharap dapat membayar lebih dari 12 triliun won pajak terkait dengan warisan, yang lebih dari setengah nilai total harta mendiang Ketua," kata pihak Samsung dalam sebuah pernyataan.

"Pembayaran pajak warisan adalah salah satu yang terbesar di Korea dan secara global," tamba pernyataan itu.

 Keluarga Lee dikabarkan akan melunasinya dalam enam kali angsuran mulai bulan ini. Aset tersebut termasuk kepemilikan saham di Samsung Electronics, Samsung Life dan Samsung C & amp; T, serta real estat.

Almarhum Lee Kun-hee juga meninggalkan harta sejumlah barang antik dan karya seni yang kabarnya bernilai 2 hingga 3 triliun won.

Sekitar 23.000 barang dari koleksi Lee akan disumbangkan, kata pihak Samsung, termasuk 14 barang yang digolongkan sebagai Harta Nasional yang akan dipamerkan di Museum Nasional Korea.

Karya-karya seniman Barat termasuk lukisan lili air Claude Monet, Keluarga Centaur Marsupial Salvador Dali, dan karya-karya Pablo Picasso, Paul Gauguin, Joan Miro, dan lainnya akan disumbangkan ke Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer. Sumbangan sejumlah karya seni ini akan mengurangi kewajiban pajak keluarga tersebut.

"Samsung telah melakukan perhitungan realistis dalam menyumbangkan karya seni mendiang Lee," kata Kim Dae-jong, profesor bisnis di Universitas Sejong di Seoul. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT