27 April 2021, 14:10 WIB

Jika Jadi, di Biak akan Dibangun Fasilitas Peluncuran Roket SpaceX


Bagus Pradana | Weekend

AFP
 AFP
SpaceX Falcon, salah satu roket SpaceX yang disewa badan luar angkasa AS (NASA) 

Indonesia menawarkan sebuah pulau untuk menjadi tempat peluncuran roket luar angkasa  SpaceX untuk proyek pengembangan fasilitas peluncuran roket baru mereka. Meski demikian, Elon Musk, selaku pemilik SpaceX, menyatakan belum menerima proposal tersebut.

Menurut BBC, kuat dugaan jika pulau yang ditawarkan pihak Indonesia kepada SpaceX itu adalah Pulau Biak di Papua Barat. Rencana itu pun sontak mendapat penolakan dari beberapa elemen masyarakat yang merasa khawatir terhadap dampak dari proyek pengembangan fasilitas peluncuran roket tersebut.

Penolakan datang salah satunya dari Markus Abrauw, 54, yang khawatir atas ancaman penggusuran bila proyek tersebut berjalan.

"Jika dibangun, itu berarti anak cucu kami tidak bisa lagi mengandalkan tanahnya untuk mencari nafkah," kata Markus seperti dilansir dari bbc.com, Sabtu (24/4).

Pulau Biak memiliki luas 1.746 km² dan terletak di Provinsi Papua Barat. Indonesia. Pulau ini dihuni sekitar 100.000 penduduk. "Kebanyakan orang Papua di Biak masih menggantungkan hidupnya pada alam sekitar mereka," ujar Sophie Chao, Associate Riset Postdoctoral di University of Sydney.

Namun Biak juga memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya menarik bagi orang-orang yang memiliki ambisi terhadao eksplorasi luar angkasa.

Pulau tersebut kaya dengan sumberdaya nikel dan tembaga yang sangat berguna untuk pembuatan roket. Selain itu secara geografis Pulau Biak juga terletak satu derajat di bawah ekuator, yang membuatnya ideal untuk meluncurkan pesawat luar angkasa, karena bahan bakar yang dibutuhkan untuk mencapai orbit bisa lebih hemat.

Menjawab kekhawatiran masyarakat, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan), Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa justru proyek tersebut akan membawa modernisasi yang sangat dibutuhkan di pulau tersebut.

Dengan adanya landasan peluncuran roket milik SpaceX di Biak, bakal merangsang pariwisata dan industri di Biak, mengubah masyarakanya menjadi masyarakat yang lebih modern dalam dekade berikutnya.

"Kami akan mempertahankan nilai-nilai tradisional masyarakat Biak," tegasnya.

Djamaluddin juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima surat dukungan dari sekitar 60 pemimpin adat di Biak.

SpaceX memang belum secara resmi mengkonfirmasi minat mereka untuk membangun landasan peluncuran di Biak, tetapi menurut Djamaluddin, Musk tampak tertarik ketika Presiden Indonesia menawarkan kesempatan tersebut.

Selain SpaceX, pihak Lapan juga telah mendekati Jepang, Korea, Tiongkok, dan India sebagai calon investor. (BBC/M-4)

BERITA TERKAIT