22 April 2021, 16:10 WIB

Berencana Lepas Jutaan Lebah ke Alam, Perusahaan ini Menuai Kritik


Putri Rosmalia | Weekend

Tolga AKMEN / AFP
 Tolga AKMEN / AFP
Logo Mark & Spencer

Label busana dan aksesoris asal Inggris, Marks & Spencer berencana melepas setidaknya 30 juta lebah ke alam liar, tepatnya di beberapa titik hutan di Inggris.

Rencana itu merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) perusahaan tersebut. Melepas lebah dianggap dapat menjadi salah satu upaya mencegah kepunahan lebah liar yang dapat merusak ekosistem alami hutan.

Namun, rencana itu dipertanyakan dan mendapat tentangan dari pakar lingkungan. Melepas lebah dianggap bukan solusi melainkan akan memunculkan berbagai masalah baru di ekosistem hutan.

Chief executive of the Bumblebee Conservation Trust Inggris, Gill Perkins, mengatakan kalau memang berniat memulihkan ekosistem, seharusnya yang dilakukan ialah fokus merestorasi habitat asli lebah-lebah liar, bukan justru melepas jutaan lebah di habitat yang tidak diperbaiki.

"Yang mereka lakukan ini justru akan bisa semakin merusak lingkungan dan ekosistem di dalamnya," ujar Perkins, dilansir dari theguardian.com, Kamis, (22/4).

Perkins menjelaskan, saat ini tidak ada cukup bunga liar di alam, sumber makanan lebah. Padahal dengan penambahan jumlah lebah, tentu kebutuhan akan sumber makanan juga otomatis meningkat.

Senada dengan Perkins, pakar lebah University of Sussex, Dave Goulson, mengatakan Marks & Spencer perlu memikirkan ulang rencananya. Program tersebut dinilai sangat mentah dan gegabah.

"Menambah jumlah lebah bukan jawaban dari masalah yang ada. Ayolah Marks & Spencer yang benar saja," tulia Goulson dalam akun Twitternya. (M-4)

BERITA TERKAIT