22 March 2021, 23:46 WIB

Ini 5 Fakta Chelsie Monica, Komentator Duel Dadang-Irene Sukandar


Galih Agus Saputra | Weekend

Youtube Chelsie Monica
 Youtube Chelsie Monica
Atlet catur Chelsie Monica

Usai sudah dwitarung Dadang Subur alias Dewa Kipas melawan Woman Grandmaster (WGM) Irene Sukandar. Laga ini berakhir dengan skor 0-3 dan telah menjadi tontonan yang amat menarik, sekaligus mengundang perhatian kalangan pecinta catur se-Indonesia.

Akan tetapi, ada juga sosok yang tidak kalah menarik dari pertandingan yang disiarkan secara daring melalui akun Youtube, Deddy Corbuzier, Senin, (22/3) ini. Sosok itu adalah atlet catur nasional, Chelsie Monica yang pada kesempatan tersebut menjadi komentator bersama GM Susanto Megaranto.

Lantas, siapakah sosok Chelsie tersebut? Berikut adalah fakta di balik perempuan penyandang gelar Woman International Master (WIM) itu:

1. Nama Asli

Chelsie Monica ialah salah satu pecatur Tanah Air berprestasi yang lahir di Balikpapan, Kaltim, pada 2 November 1995. Nama lengkapnya ialah Chelsie Monica Ignesias Sihite, dan merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Chelsie tercatat dalam daftar Fédération Internationale des Échecs (FIDE) bersama ribuan pecatur lainnya di seluruh dunia.

2. Belajar Catur dari Ayah

Chelsie tertarik dengan permainan catur sejak usia kanak-kanak. Kepiawaian ini diwarisi dari almarhum ayahnya, dan pada 19 Oktober 2003 ia meraih gelar juara untuk pertama kalinya. Momen itu sempat ia bagikan melalui akun Instagram @chelsie.monica, pada 1 Agustus 2019 lalu.

"Ini adalah turnamen catur pertama saya yang saya mainkan di mana saya memenangkan juara 1 untuk kategori sekolah dasar di kampung halaman.  Saya sangat menyukai kenangan ini bukan hanya karena ini adalah pertama kalinya saya memenangkan turnamen catur, tetapi juga karena kenangan tersebut bersama ayah tercinta," tulis Chelsie dalam unggahan tersebut.

3. Mahasiswa Manajemen

Chelsie bukan hanya atlet yang cakap memainkkan bidak catur. Perempuan yang satu ini juga boleh dibilang amat serius dalam hal pendidikan. Studi S1-nya di bidang manajemen ditempuh selama empat tahun di Universitas Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas). Setelah itu, ia melanjutkan studi S2-nya di jurusan yang sama, dan di universitas yang sama pula.

"Meraih prestasi internasional di cabang olahraga catur, sekaligus lulus pendidikan sarjana tepat waktu merupakan tantangan tersendiri," kata Chelsie.

4. Punya Standar Rating 2252

Chelsie merupakan pemain catur peringkat 6915 di dunia, menurut Fide. Dengan peringkat tersebut ia memiliki standar rating 2252, dimana skor tersebut diperoleh dari 146 kemenangan, 80 seri, dan 89 kalah menggunakan bidak putih. Dalam pertandingan bidak hitam, Fide mencatat Chelsie telah memenangkan 128 pertandingan, 95 seri, dan 104 kalah. Standar rating Chelsie berada di bawah Irene yakni 2413
dan Susanto yakni 2550.

5. Top 100 Girls Fide

WIM bukan lah satu-satunya gelar yang dimiliki Chelsie. Sebelumnya ia pernah menyandang gelar Woman FIDE Master (WFM) pada 2010, dan Woman Candidate Master (WCM) pada 2008. Sepanjang 2012 hingga 2015, Fide juga mencantumkan nama Chelsie ke dalam daftar 100 perempuan (di bawah usia 21)  pecatur terbaik. 

Posisi terbaik dari 100 perempuan pecatur itu tercatat pada Februari dan Mei 2013. Kala itu, nama Chelsie berada di peringkat 16. Adapun kejuaraan yang pernah diikuti, antara lain adalah Turnamen Catur Chelyabinsk di Rusia pada 2011 dan World School Chess Championship, di Singapura pada 2008. (M-2) 

BERITA TERKAIT