12 March 2021, 13:14 WIB

Sejumlah Kafe ini Manfaatkan Hewan Liar untuk Menarik Pelanggan


Adiyanto | Weekend

Hector RETAMAL / AFP
 Hector RETAMAL / AFP
Seeokor rakun di sebuah kafe di Taiwan

SEJUMLAH hewan liar, seperti rakun dan ular dimanfaatkan sejumlah kafe di Taiwan untuk menarik pengunjung. Kebiasaan makan dan minum bersama berbagai jenis spesies, dari rakun hingga babi dan reptil,  kini marak di negara itu, meskipun ada kekhawatiran tentang bahaya virus mematikan yang dapat menular dari hewan liar ke manusia.

Ada lusinan kafe hewan di kota ini.  Pengunjung dapat berpose bersama hewan-hewan tersebut dan membagikannya di media sosial. Raccoon Cafe, salah satunya. Di kafe ini ada delapan ekor rakun, yang terbesar dari mereka- dengan berat sekitar 10 kilogram (22 pon)- melompat-lompat di dekat jendela, tampak gelisah oleh pelanggan.

"Saya pikir itu sangat lucu," kata Qin Siyu, pebola voli profesional berusia 27 tahun yang mengetahui tentang kafe itu dari foto seorang teman.

Pemilik kafe, Cheng Chen, mengakui dia tidak memiliki pengalaman langsung dengan rakun sebelum mengambil alih tempat tersebut pada akhir tahun lalu.

“Mereka bisa menjadi agresif,” katanya, seraya menunjukkan bekas luka di pergelangan tangannya akibat cakaran hewan tersebut.

Perempuan berusia 36 tahun itu mengerti mengapa beberapa orang mungkin mempertanyakan apakah layak bagi rakun untuk dipelihara di kafe.

Cheng, yang tampaknya sangat menyukai rakun, adalah seorang penyayang binatang dan memiliki beberapa anjing dan kucing di rumah.

Ia berharap pemerintah semakin mempersulit kepemilikan dan pembiakan hewan tersebut, agar tidak jatuh ke tangan orang yang kurang peduli dengan kesejahteraannya.

“Secara umum belum ada regulasi khusus. Padahal, khusus di Tiongkok, regulasi untuk hewan peliharaan mungkin relatif lemah,” ucapnya.

Di kafe Shanghai lainnya, ular, iguana, dan tokek juga dimanfaatkan untuk menyenangkan pelanggan.

Pemilik salah satu kafe, Wang Liqun memiliki 30 ular, di antaranya ular jagung dan ular raja yang tidak berbisa. Wang mengaku belum pernah ada pelanggannya yang digigit hewan tersebut.

Seorang pengunjung yang enggan menyebut nama lengkapnya mengatakan, bahwa kafe hewan ini dapat membantu orang untuk mengatasi ketakutan mereka terhadap binatang.

"Setelah datang ke sini mereka akan merasa bahwa itu tidak seperti yang mereka pikirkan dan mungkin menemukan reptil sebenarnya cukup cantik," kata pria berusia 27 tahun itu.

Tapi, Evan Sun, seorang ilmuwan dari World Animal Protection, mengatakan dia sangat prihatin dengan kafe semacam ini.

"Hewan liar menjalani kehidupan yang menyedihkan di kafe-kafe ini, menanggung penderitaan dan tekanan yang sangat besar," kata Sun, manajer kampanye amal margasatwa untuk Tiongkok.

“Interaksi erat dengan hewan liar tidak hanya memicu penderitaan dan kekejaman, tetapi juga menciptakan sarang penyakit yang dapat memperburuk kemungkinan munculnya dan penyebaran penyakit zoonosis.”

"Sebagian besar pelanggan yang mengunjungi kafe hewan adalah pecinta hewan, tetapi mereka tidak tahu bahwa pilihan konsumsi mereka berdampak negatif bagi hewan liar dan manusia," imbuhnya. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT