04 March 2021, 09:05 WIB

'Hotel' Luar Angkasa Pertama Akan Mulai Dibangun Tahun 2025


Bagus Pradana | Weekend

Unsplash/ NASA
 Unsplash/ NASA
(Ilustrasi) Perusahaan Orbital Assembly Corporation (OAC) berencana membangun stasiun luar angkasa komersial yang selayaknya hotel.

 STASIUN luar angkasa komersial pertama yang selayaknya hotel dikabarkan akan mulai dibangun pada tahun 2025. Fasilitas yang dikembangkan oleh perusahaan Orbital Assembly Corporation (OAC) ini seperti hotel di bumi yang dilengkapi dengan restoran, spa, kamar untuk 400 orang, dan bahkan bioskop.

Dilansir Daily Mail, Senin (1/3), pihak pengembang berharap pada tahun 2027, stasiun komersial yang dinamai 'Voyager Station' dapat rampung dan memulai orbitnya di Bumi. Voyager Station ini diproyeksikan akan menjadi lingkaran terbesar di orbit Bumi. Wahana hotel ini akan berputar untuk menghasilkan gravitasi buatan yang akan diatur pada tingkat yang sama dengan gravitasi di permukaan Bulan.

Belum ada rincian biaya pembangunan stasiun luar angkasa itu yang diungkap oleh pihak OAC. Namun perusahaan tersebut mengatakan bahwa biaya pembangunan akan semakin murah berkat hadirnya berbagai moda transportasi luar angkasa yang kini semakin berkembang dari tahun ke tahun, seperti SpaceX dengan Falcon 9 dan Starship-nya di masa depan.

Stasiun luar angkasa anyar yang dikonsep dalam bentuk cincin ini rencananya akan punya sejumlah 'modul' yang terpasang di bagian terluar cincin. Dengan 24 modul akan dikelola oleh Gateway Foundation dan akan difungsikan untuk tempat tinggal kru, ruang udara, air, dan listrik.

Sementara modul lainnya akan disewakan atau dijual kepada perusahaan swasta dan instansi pemerintah seperti NASA dan ESA untuk menunjang penelitian luar angkasa. NASA dan ESA dapat menggunakan hotel tersebut sebagai pusat pelatihan bagi para astronotnya yang siap untuk pergi ke Mars.

"Ini akan menjadi revolusi industri berikutnya," jelas John Blincow, pendiri Gateway Foundation, seraya menceritakan obsesinya untuk menciptakan industri luar angkasa baru seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Senin (1/3).

Dalam keterangannya Blincow juga menjelaskan perihal rotasi (dan gravitasi) yang menurutnya menjadi kunci agar orang-orang memiliki ketahanan di luar angkasa.  "Rotasi sangat 'vital', karena tidak memungkinkan untuk menempatkan orang di stasiun luar angkasa tanpa gravitasi untuk jangka waktu yang lama," paparnya. "Orang membutuhkan gravitasi agar tubuh mereka tidak hancur, '' imbuh Blincow.

Untuk merealisasikan target pembangunan stasiun luar angkasa komersial ini, pihak Gateway Foundation melalui kepanjangan tangannya, Orbital Assembly Corp telah menyiapkan sebuah robot yang diberi nama STAR (Structure Trust Assembly Robot) untuk mengerjakan proyek pembangunan kerangka Voyager di orbit Bumi. Beberapa tahap persiapan robot ini pun hampir rampung setelah Orbital Assembly menyelesaikan beberapa pengujian terkait gravitasi. (M-1)
 

BERITA TERKAIT