18 February 2021, 11:00 WIB

Mobil Terbang Kini Sudah Boleh Lepas Landas


Galih Agus Saputra | Weekend

Dok. Terrafugia.com
 Dok. Terrafugia.com
Mobil terbang keluaran Terrafugia sudah mendapat izin mengudara dari Federal Aviation Administration, Amerika Serikat.

SEBENTAR lagi kita tidak hanya menyaksikan mobil terbang lewat film. Kendaraan itu kini sudah  mendapat izin lepas landas dari regulator penerbangan sipil Amerika Serikat yakni Federal Aviation Administration (FAA). Mobil terbang pertama yang sudah legal mengudara adalah Terrafugia Transition yang diproduksi perusahaan dirgantara, Terrafugia.

Mobil terbang ini dapat melaju dengan kecepatan 100 MpH (160 Km/jam) dan terbang hingga ketingggian 10.000 kaki (3.048 meter). Namun mobil terbang yang pertama kali diuji pada 2009 ini belum diperbolehkan untuk melaju di daratan. Sebab izin tersebut merupakan otoritas badan lain.

Meski baru baisa mengudara, General Manager Terrafugia, Kevin Colburn tetap menganggap momentum itu sebagai pencapaian besar dalam usahanya menghadirkan mobil terbang praktis pertama di dunia. Ia turut memuji usaha tim yang telah bekerja keras di tengah-tengah masa pandemi.

"Tim kami tetap fokus, meningkatkan sistem kualitas kami, menyelesaikan aspek kritis desain, membangun kendaraan, menyelesaikan 80 hari pengujian penerbangan, mengirimkan 150 dokumen teknis dan berhasil lulus audit FAA," katanya seperti dilansir dari Ladbible, Rabu, (17/2).

Secara teknis, mobil terbang ini memiliki sayap selebar 27 kaki (8,2 meter) yang dapat dilipat saat saat mode jalan. Ia juga terdiri dari dua tempat duduk, mesin injeksi, parasut, dan konstruksi yang terbuat dari serat karbon.

Rencananya kendaraan ini akan dirilis tahun depan. Sayangnya, orang yang diijinkan membeli hanyalah pilot, meski mereka yang belum pernah terbang juga dapat mengendarainya setelah mendapat sertifikat pilot akrobatik, dan tentunya menunjukan SIM.

Terrafugia kini dimiliki perusahaan otomotif asal Tiongkok, Geely Automobile. Tiap unit Terrafugia Transition nantinya diperkirakan akan dibanderol seharga $ 400.000 (Rp. 5,6 miliar). (M-1)
 

BERITA TERKAIT