27 December 2020, 04:55 WIB

Asteroid Raksasa Lewati Bumi saat Natal


(Dailymail/Rkp/L-2) | Weekend

Asteroid Raksasa Lewati Bumi saat Natal
 Asteroid Raksasa Lewati Bumi saat Natal
 

NATIONAL Aeronautics and Space Administration (NASA) Center for Near Study Earth pada Kamis (24/12) menyatakan bahwa sebuah asteroid berukuran besar melintasi Bumi saat Natal, Jumat (25/12) pukul 20.20 GMT atau Sabtu (26/12) pukul 03.20 WIB.

Asteroid yang diberi nama 2014 SD224 ini berada pada jarak 1,9 juta mil (3,05 juta km) dari permukaan Bumi dan bergerak dengan kecepatan 10 km per detik atau lebih dari 22
mil per jam (kira-kira 30 kali kecepatan suara).

Asteroid 2014 SD224 dikatakan besar karena memiliki diameter sekitar 92 meter hingga 210 meter. Artinya, diameter asteroid ini dua kali lebih besar daripada ukuran patung Liberty (93 meter) dan Katedral Salisbury (123 meter).

Benda langit yang satu ini digolongkan sebagai objek yang dekat dengan Bumi (near earth object/NEO) dan sedang dilacak NASA meskipun jaraknya delapan kali lebih jauh daripada
jarak Bumi dengan Bulan.

Meskipun berjarak 3 juta km dari Bumi, jarak tersebut masih relatif dekat dalam ukuran astronomi. Karena alasan itu pula 2014 SD224 ini tetap digolongkan sebagai NEO.

Apa itu NEO?

 NEO adalah komet atau asteroid yang memiliki orbit sekitar 146,5 juta km hingga195 juta km dari Matahari.Artinya, NEO dapat melintaspada jarak sekitar 50 juta kmdari orbit Bumi.

“NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong tarikan gravitasi planet terdekat ke dalam orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan bumi,” kata NASA.

Sebagian besar komet terdiri atas es dan debu serta terbentuk di sistem planet luar tata surya. Sementara itu, asteroid berbatu terbentuk di bagian dalam tata surya yang lebih
hangat, tepatnya antara orbit Mars dan Jupiter.

Jika ukurannya lebih besar daripada 140 meter, NEO baru dianggap sebagai objek berpotensi berbahaya. Karena itu, menurut asteroid 2014 SD224 tidak menimbulkan kerusakan.

Berdasarkan data dari NASA, hingga Selasa (22/12), ada 24.629 NEO yang telah ditemukan. Di sisi lain, NASA menghitung ada sekitar 25 ribu NEO dengan ukuran lebih dari 140 meter. Juga, diprediksi ada 1.000 NEO dengan ukuran masif, yaitu mencapai lebih dari 1 km.

Diketahui, rata-rata Bumi dihantam asteroid yang seukuran dengan lapangan sepak bola setiap 5.000 tahun dan ditabrak asteroid yang dapat mengakhiri peradaban setiap 1 juta tahun. Karena itu, pencarian NEO dengan ukuran masif sangat penting demi menghindari dampak terburuknya.

“Dengan terus mencari asteroid, kami berharap pada akhirnya menemukan sebagian besar asteroid berskala 100 meter karena masing-masing kebetulan melewati planet kita bertahun-tahun atau beberapa dekade sebelum kemungkinan dampaknya,” kata Paul Chodas, Direktur NASA Center for Near Study Earth.

Chodas mengatakan bahwa NASA telah menginventarisasi lebih dari 95% asteroid yang berukuran lebih dari 1 km. Mereka menyimpulkan bahwa tidak satu pun dari asteroid
tersebut yang membahayakan pada abad berikutnya.

Diketahui, pada Jumat (13/11), sebuah asteroid berukuran 5 hingga 10 meter melewati Bumi hanya dalam jarak 386 km, sama dengan jarak bumi dengan Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS).

Dengan jarak sedekat itu, asteroid yang diberi nama 2020 VT4 ini merupakan asteroid terdekat yang pernah melewati Bumi dalam catatan hingga saat ini. (Dailymail/Rkp/L-2)

BERITA TERKAIT