27 December 2020, 05:15 WIB

Ular Piton Susuri Eropa sebelum Keliling Dunia


Desi Yasmini | Weekend

Foto: Senckenburg
 Foto: Senckenburg
Fosil piton tertua di dunia

UMUMNYA spesies piton ditemukan terutama di Afrika, Asia Selatan dan Tenggara, serta Australia, tetapi belum ada yang ditemukan di Eropa selain di kebun binatang dan koleksi hewan peliharaan.

"Fosil baru kami sejauh ini merupakan catatan ular piton tertua, dan (berada di Eropa) mereka mendukung asal-usulnya di belahan Bumi Utara," kata Krister Smith, ahli paleontologi vertebrata di Senckenberg Research Institute di Frankfurt, Jerman.

Fosil kuno ini diperkirakan berusia 48 juta tahun lalu dan ditemukan di dekat sebuah danau kuno yang terletak di situs Messel Pit Fossil.

Messel Pit Fossil merupakan wilayah bekas tambang minyak serpih (oil shale) dan hampir menjadi tempat pembuangan sampah di Frankfrut pada 1970-an.

Saat itu, situs tersebut juga sudah dikenal sebagai lokasi penemuan fosil yang berasal dari zaman Eosen (sekitar 57 juta dan 36 juta tahun yang lalu). Sejumlah fosil yang sudah ditemukan di tempat itu ialah kuda betina yang sedang hamil, kura-kura kawin, dan kumbang berkilau. Pada 1995, tempat itu resmi menjadi situs warisan dunia UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan).

Fosil ular piton yang ditemukan di Jerman tersebut diberi nama Messelophyton freyi (spesies M. freyi). Dengan ukuran yang sama dengan ular piton kecil saat ini, panjangnya mencapai hampir 3,2 kaki atau 1 meter dan memiliki sekitar 275 tulang belakang.

Piton kuno ini juga memberi petunjuk bahwa spesies ini hidup berdampingan dengan ular boa. Hal ini sangat mengherankan karena di zaman modern, ular boa tidak bisa hidup berdampingan dengan ular sanca. Ular boa hidup di Amerika Selatan dan Tengah, Madagaskar, dan Oseania bagian utara, sedangkan ular piton menghuni Afrika, Asia Tenggara, dan Australia.

"Ini adalah salah satu aspek paling menarik dari penemuan Messelopython," kata rekan peneliti studi Hussam Zaher, profesor dan kurator vertebrata di Museum Zoologi di Universitas Sao Paulo, Brasil.

Selama ini diketahui ular boa hidup di Eropa selama periode awal Paleogen, yang berlangsung dari 66 juta hingga 23 juta tahun yang lalu. Sekarang, dengan penemuan fosil ular piton ini di sana, dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kedua spesies yang mampu membabat mangsanya sampai mati, bisa hidup berdampingan?

Pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan menemukan lebih banyak lagi fosil piton dan boa, terutama yang isi perutnya diawetkan. Selain itu, para peneliti dapat melihat fenomena di Florida selatan, di sana spesies piton (Python molurus bivittatus dan P. sebae) dan boa (Boa constrictor) hidup berdampingan sebagai spesies yang sangat merusak.

“Belum jelas apakah ular piton dan boa bersaing memperebutkan sumber daya atau mungkin menggunakan mikrohabitat dan mangsa yang sedikit berbeda," kata Zaher. "Situasi serupa mungkin terjadi di Eropa selama Eosen."

Penemuan terbaru ini membantu peneliti mempelajari dari mana asal-usul ular piton. Ada spekulasi mengatakan mereka datang dari benua belahan Bumi selatan, namun ada juga dugaan Bumi utara sebagai tempat ular piton berasal. Penemuan fosil M. freyi di Jerman ini menjadi petunjuk bahwa ular piton berevolusi di wilayah Eropa.
(nytimes/Live Science/Biology Letters/*/L-3)

BERITA TERKAIT