19 May 2022, 15:40 WIB

Setop Minum Paracetamol Saat Hamil


Thalatie K Yani | Weekend

123rf
 123rf
Ibu hamil disarankan tidak mengonsumsi paracetamol.

Bagi perempuan yang tengah hamil, paracetamol menjadi alternatif obat yang aman dikonsumsi untuk menghilangkan rasa sakit. Sayangnya langkah itu harus dihentikan.

Pasalnya sejumlah peneliti dari University of Bristol, Inggris, menemukan mereka yang mengonsumsi paracetamol saat hamil, anaknya cenderung hiperaktif dan memiliki masalah emosional.

Para peneliti memeriksa 14ribu anak berusia 6 bulan hingga 11 tahun. Penelitian mereka membandingkan hasil kuesioner dan informasi memori, IQ, temperamen, dan tes perilaku anak-anak dari studi 'Children of the 90s' Bristolitu. Data itu dibandingkan dengan data seberapa sering ibu mereka mengonsumsi parasetamol saat kehamilan antara 18 dan 32 minggu.

Baca juga: Calon Orangtua Perlu Jaga Kesehatan Mental Jelang Persalinan

Studi ini menemukan 'hubungan sebab akibat' antara mengonsumsi parasetamol dan masalah perilaku pada anak-anak, seperti hiperaktif dan gangguan defisit perhatian.

Pengaruhnya terlihat paling kuat saat anak berusia 3 tahun, namun menurun saat masuk sekolah dasar.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatric and Perinatal Epidemiology mengungkapkan anak laki-laki lebih rentang mengalami efek perilaku dari obat itu dibandingkan anak perempuan.

Para peneliti menyarankan ibu hamil untuk menggunakan dosis paracetamol serendah mungkin dalam waktu sesingkat mungkin.

"Temuan kami menambahkan serangkaian hasil mengenai efek buruk dari penggunaan parasetamol saat hamil, seperti asma atau perilaku pada keturunannya. Hasil ini semakin menguatkan ibu hamil berhati-hati mengonsumsi obat dan mencari nasehat medis yang diperlukan," ujar penulis utama studi ini Prof Jean Golding yang disitat DailyMail.

Baca juga : Ibu Hamil Gelisah, Anak Berisiko Hiperaktif Saat Remaja

Penelitian ini pun mendapatkan banyak respon dari sejumlah peneliti lainnya. "Saat ini, perempuan hanya boleh mengonsumsi paracetamol saat hamil jika sangat dibutuhkan. Dalam dosis paling rendah untuk jangka waktu singkat," ujar Dr James Dear dari University of Edinburgh.

"Hasil ini hanya menunjukan hubungan antara penggunaan parasetamol dan hasil yang merugikan,"  ujar Dr Pat O'Brien, dari Royal College of Obstetricians and Gynecologists.

"Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan penyebabnya. Nasihat saat ini adalah parasetamol tetap aman untuk digunakan dalam pengobatan nyeri ringan hingga sedang selama kehamilan dan menyusui." (M-3)

BERITA TERKAIT