01 May 2021, 18:05 WIB

Benteng-benteng Makassar


Heryadi | Weekend

MI/Heryadi
 MI/Heryadi
Benteng Fort Rotterdam. Sumber Wikipedia

SELAIN Rammang-Rammang yang terletak di luar kota, Makassar punya banyak destinasi wisata di dalam kotanya. Misalnya Pantai Losari yang sudah terkenal. Bagi yang suka sejarah, bisa mengunjungi benteng-benteng peninggalan Kerajaan Gowa.

Benteng-benteng itu juga berlokasi tidak jauh dari pusat kota berjuluk Angin Mamiri ini. Menyusuri benteng-benteng itu seperti menelusuri jejak kejayaan Kerajaan Gowa.

Lihat juga: Benteng Peninggalan Kolonial Belanda

Fort Rotterdam merupakan benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang berkuasa pada abad ke-9.

Benteng ini juga dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. Benteng ini menjadi saksi perlawanan rakyat Makassar melawan Belanda.

Benteng ini masih terawat sangat baik. Di kompleks benteng yang luas terdapat Museum La Galigo. Museum ini menyimpan banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Kerajaan Gowa-Tallo dan daerah-daerah lainnya di Sulawesi Selatan.

Salah satu bagian di benteng ini juga menjadi ruang tahanan bagi Pangeran Diponegoro hingga akhir hayatnya. Jika Anda senang seni, di salah satu bagian benteng ini ada juga pelukis tanah liat, Zainal Beta. Dia mengaku sebagai satu-satunya pelukis tanah liat di Makassar.

Baca juga: Benteng 3.000 Tahun Ditemukan

Benteng ini bisa dicapai dari pusat Kota Makassar tidak sampai sejam. Sayangnya benteng ini tinggal reruntuhan. Pemerintah kolonial Belanda menghancurkan benteng yang dibangun oleh Sultan Gowa IX yang bernama Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna ini.

Naturalis Inggris William Wallace menyebut benteng ini merupakan benteng terkuat yang di Makassar. Konon, benteng ini dibuat dari batu-batu karst yang ada di Maros.

Di dalam benteng terdapat beberapa rumah adat suku-suku di Sulawesi Selatan.

Misalnya rumah adat Makassar, Bugis, dan Toraja. Namun baik benteng maupun rumah-rumah miniatur suku Sulawesi Selatan ini tampak tidak terurus. Banyak bagian rumah yang telah rusak dan roboh.

Baca juga: Masjid Tua Al Hilal Katangka Perlambang Kejayaan Islam di Gowa

Makam ini terletak di Kompleks Permakaman Raja-Raja Gowa di Jalan Palantika, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Lokasinya sekitar setengah jam perjalanan dari Benteng Somba Opu.

Di kompleks makam ini dimakamkan raja-raja Gowa termasuk Sultan Hasanudin, Raja Gowa ke-16. Keberanian melawan penjajah Belanda membuatnya dijuluki 'Ayam Jantan dari Timur'. Kompleks makam ini juga ditandai patung pahlawan tersebut.

Di sekitar makam juga terdapat sebuah masjid kuno yaitu Masjid Katangka yang dibangun pada 1630. Makam-makam keluarga kerajaan juga terdapat di areal kompleks masjid.(M-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT