18 August 2023, 18:18 WIB

TweetDeck Resmi Menjadi Layanan Berbayar


Zubaedah Hanum | Teknologi

Istimewa
 Istimewa
Tanda TweetDeck

X, jejaring sosial yang secara formal dikenal sebagai Twitter, dilaporkan akhirnya menepati janjinya untuk menjadikan TweetDeck sebagai layanan berbayar.

Banyak pengguna X mengaku menemukan halaman penjualan untuk X Premium saat mencoba memuat TweetDeck.
 
Mengutip The Verge, layanan X Premium secara teknis disebut dengan nama XPro. Sebagian besar pengguna menyebut bahwa mereka tidak dapat mengakses XPro kecuali telah menjadi pelanggan berbayar.
 
Baca juga : X Luncurkan Fitur Highlights untuk Pengguna Berbayar

Sayangnya, layanan ini sudah dipastikan akan tersedia, sebab X mengumumkan pada tanggal 3 Juli bahwa akan menjadikan XPro sebagai fitur hanya untuk pelanggan.

X menyebut waktu transisi akan terjadi dalam 30 hari, sehingga perusahaan ini sedikit melewatkan tenggat waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.

Baca juga : Musk Ubah Logo Twitter, dari Burung Jadi X

Di bawah kepemimpinan Elon Musk, X mencoba menjadikan X Premium sebagai layanan berlangganan lebih menarik dengan tambahan fitur khusus, seperti unggahan lebih panjang, pemformatan, pembagian pendapatan iklan, dan rangking lebih tinggi dalam percakapan dan pencarian.

Sebagai pengingat, TweetDeck merupakan aplikasi pihak ketiga paling populer untuk mengakses Twitter hingga diakuisisi pada tahun 2011. Kemampuannya untuk mendukung akun multiple dan feed kustom multiple, menjadikannya alat bermanfaat untuk jurnalis, marketer, dan lainnya, yang secara reguler menggunakan Twitter untuk pekerjaan mereka.
 

Investigasi perubahan tanda X

Sebelumnya, platform App Store Apple telah mengubah peraturan terkait penamaan aplikasi yang sebelumnya diharuskan setidaknya memiliki dua suku kata. Perubahan ini terjadi tidak lama sejak Elon Musk memutuskan untuk mengganti merek Twitter menjadi X.
 
Apple membuat pengecualian untuk Musk dan memungkinkan pemilik platform media sosial ini untuk mengubah nama dari aplikasi tersebut menjadi hanya X. Aplikasi ini juga telah mengalami perubahan nama di toko aplikasi Google Play Store.
 
Sementara itu, pada tanggal 31 Juli 2023 lalu, pekerja membongkar huruf X yang sempat dipasang di atap gedung kantor pusat Twitter di San Francisco. Tanda ini dipasang pada hari Jumat, 28 Juli 2023 lalu, sebagai bagian dari perubahan merek Twitter.
 
Tanda X ini tengah diinvestigasi oleh badan regulator kota San Fransisco atas tuduhan perizinan yang kurang tepat. Perwakilan San Francisco Department of Building Inspection Patrick Hannan menyebut perizinan pembangunan dibutuhkan untuk memastikan tanda aman secara struktur dan terpasang dengan aman. (Medcom.id/Z-4)

BERITA TERKAIT