29 October 2022, 06:15 WIB

Netizen Uji Batas Kebebasan Berbicara di Twitter Era Musk


Basuki Eka Purnama | Teknologi

AFP/Constanza HEVIA
 AFP/Constanza HEVIA
Logo Twitter terlihat di markas besar platform media sosial itu di San Francisco, California.

NETIZEN tidak membuang waktu untuk menguji batas kebebasan berbicara di Twitter di bawah kepemlikan Elon Musk dengan melontarkan pertanyaan mengenai identitas transgender dan masker.

Beberapa jam setelah Musk mengambil kendali penuh Twitter, kelompok konservatif langsung menjajal kebebasan berbicara baru di media sosial itu.

Podcaster Buck Sexton mencicit, "Btw, tahukah Anda bahwa laki-laki tidak bisa hamil? Giliran Anda, liberal."

Baca juga: Langkah Elon Musk Bersih-Bersih Twitter Dipuji

Cicitan itu lansung menuai dukungan dan kecaman dengan mereka yang sepakat membalas dengan cicitan, "Benar" dan "Ini akan jadi hari yang hebat."

Penggunaan masker yang diwajibkan selama pandemi covid-19 dan menjadi pemecah warga Amerika Serikat (AS) juga menjadi topik yang ramai.

"Kini, saat kita bisa berbicara kebenaran dengan Elon Musk mengambil alih Twitter, saya hanya ingin mengatakan, masker itu tidak ada gunanya," cicit @ianmSC.

Seperti pengulangan 2020, cicitan itu menuai dukungan bahkan ada yang mengunggah video yang memperlihatkan uap nafas keluar dari sisi masker.

Namun, cicitan itu juga menuai tanggapan dari mereka yang tidak sepakat.

"Jadi, saat Anda butuh dioperasi, Anda tidak keberatan para nakes tidak mengenakan masker kan? Mengingat masker tidak ada gunannya," cicit @marynol51.

Musk menyelesaikan pengambilalihan Twitter pada Jumat (28/10) WIB.

Pemilik Tesla itu kemudian mencicit, "Saat bahagia telah dimulai."

Musk berjanji akan mengurangi moderasi konten yang disebut kelompok konservatif dengan sengaja mengincar cicitan mereka. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT