05 October 2022, 10:11 WIB

Fintech Teregulasi di Bahrain Fasilitasi Pembayaran Kripto dengan Binance


Mediaindonesia.com | Teknologi

Dok. Binance
 Dok. Binance
Ilustrasi transaksi kripto

BANK Sentral Bahrain (CBB) mengizinkan operasi bagi EazyPay. Dengan izin ini, EazypPay akan meluncurkan pembayaran kripto untuk lebih dari 5.000 gateway pembayaran di negara tersebut.

Adopsi kripto terus berkembang di Kerajaan Bahrain. Lebih banyak perusahaan lokal memfasilitasi pembayaran dalam kripto seperti Bitcoin (BTC).

"EazyPay, platform pembayaran online yang diatur oleh Bank Sentral Bahrain (CBB), telah bermitra dengan Binance Pay untuk memfasilitasi pembayaran kripto di negara tersebut," ujar CEO dan pendiri EazyPay Nayef Tawfiq Al Alawi.

Ia menambahkan, opsi pembayaran kripto yang baru diluncurkan itu akan tersedia di lebih dari 5.000 terminal point-of-sale (PoS) dan gateway pembayaran online di seluruh Bahrain.

Merchant dan perusahaan lokal besar, termasuk Lulu Hypermarket, Sharaf DG, Al Zain Jewelry dan Jasmi's, akan dapat menerima lebih dari 70 mata uang kripto sebagai metode pembayaran dengan memindai kode QR dari PoS Eazy melalui Aplikasi Binance.

Al Alawi menekankan, Eazy Financial Services terlisensi dan diatur oleh bank sentral Bahrain sebagai PoS kelima, pengakuisisi gateway pembayaran online, dan penyedia layanan pembayaran.

“Terima kasih saya ucapkan secara khusus kepada Bank Sentral Bahrain, Binance, dan Eazy Financial Services,” ujarnya. 

Baca juga : Raih Financial Freedom Lewat Konten Digital, Begini Caranya

Direktur Eksekutif Pengawasan Perbankan di CBB Khalid Hamad Al Hamad juga memberi selamat kepada Eazy atas peluncuran layanan pembayaran kripto baru tersebut.

CEO Binance Changpeng Zhao mengatakan fitur pembayaran kripto EazyPay akan menjadi penawaran layanan pembayaran kripto pertama yang diatur dan disetujui di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. 

"Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Binance menerima beberapa persetujuan peraturan di Bahrain, termasuk lisensi penyedia layanan kripto dan lisensi Kategori 4," ujarnya.

Sebagai negara terkecil ketiga di Asia, Bahrain secara aktif mengadopsi kripto selama beberapa tahun terakhir. 

Pada 2019, CBB mengeluarkan kerangka kerja untuk berbagai aktivitas terkait kripto, secara resmi menetapkan aturan untuk perizinan, tata kelola, manajemen risiko, standar Anti Pencucian Uang, pelaporan, keamanan, dan aturan lain untuk layanan aset kripto.

Bahrain telah bereksperimen secara aktif dengan teknologi kripto dan blockchain sejak mengadopsi peraturan kripto. Pada Januari 2022, CBB menyelesaikan uji coba pembayaran digital bersama dengan unit blockchain dan kripto JPMorgan, Onyx. Di bulan Juli, CoinMENA, bursa kripto lokal utama yang diatur oleh CBB, mengumumkan rencana mereka untuk memperluas layanan perdagangan kripto ke Mesir. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT