20 August 2022, 19:40 WIB

Edukasi UMKM Manfaatkan Teknologi dan Konsep Digital Marketing


Mediaindonesia.com | Teknologi

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Wiwin Dewi Herawati (tengah).

TRANSFORMASI digital bagi para pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, menengah) merupakan faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. Hal ini juga menjadi salah satu fokus yang tengah digalakkan oleh pemerintah khususnya dalam momen menuju Presidensi G20 November mendatang. 

Dikutip dari website resmi G20, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, dalam side event G20 Indonesia bertajuk Digital Economy to Support SDGs (8/8) mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 83% pelaku UMKM nasional bergantung pada digitalisasi. Hingga Juni 2022, UMKM yang telah masuk ekosistem digital mencapai 19,5 juta pelaku usaha atau 30,4% dari total UMKM yang tercatat sekitar 64 juta pelaku usaha.

Melihat pentingnya transformasi digital bagi para pelaku UMKM, Sicepat Ekspres menghadirkan program UMKM Sanubari (UMKM Siap Bangkit Untuk Negeri) dalam rangka mendukung pemerintah mewujudkan ekosistem UMKM digital melalui rangkaian program webinar yang telah berlangsung sejak Juli 2022. Melalui program ini, perusahaan memberikan edukasi kepada UMKM untuk dapat mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan teknologi serta konsep digital marketing. 

Wiwin Dewi Herawati selaku Chief Marketing & Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres menyampaikan melalui langkah ini, pihaknya memiliki tujuan untuk bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi Indonesia. Seperti yang kita tahu, UMKM ialah tonggak ekonomi negara. "Melalui program Sanubari kami optimistis bahwa perusahaan dapat terus memberikan dukungan dan menstimulasi rekan UMKM untuk bertransformasi dan membangkitkan ekonomi negeri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/8).

Di samping memberikan edukasi melalui webinar, Sicepat Ekspres melalui program Sanubari juga memberikan stimulus bagi UMKM untuk mengasah kreativitas dalam berbisnis melalui kompetisi Sanubari Business Plan Competition. Melalui kompetisi ini, Sicepat mengajak pelaku UMKM dan masyarakat untuk menunjukkan proposal ide bisnisnya. Didasarkan pada penilaian ide, kesesuaian target pasar, hingga strategi penjualan dan pemasaran, perusahaan memberikan apresiasi berupa bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM terbaik dalam kompetisi. 

Komitmen Sicepat dalam mendukung pengembangan dan transformasi UMKM menuju ekosistem digital tidak hanya melalui program Sanubari, tetapi juga melalui produk dan layanan pengiriman yang mudah dijangkau oleh pelaku UMKM. Perusahaan secara konsisten menghadirkan produk layanan pengiriman dengan harga terjangkau melalui produk Halu (Harga Mulai Lima Ribu) sejak 2019 untuk mendukung bisnis UMKM khususnya di platform marketplace. Selain itu, di tahun ini perusahaan terus mengembangkan fitur aplikasi Sicepat Superapp yang dapat membantu pelaku UMKM menggunakan layanan pengiriman dengan mudah hanya dalam satu genggaman. Kemudahan fitur request pick up, drop off paket, cek dan tracking resi juga menjadi keunggulan dari Sicepat Superapp. 

"Melalui produk layanan hingga program-program yang secara khusus kami hadirkan untuk pelaku UMKM, kami berharap hal ini dapat terus menstimulasi pertumbuhan bisnis. Apalagi diketahui aktivitas UMKM berkontribusi hingga 61% terhadap produk domestik bruto (PDB). Dari data ini kami optimistis bahwa UMKM dapat membawa ekonomi Indonesia untuk bangkit kembali," tambah Wiwin. (OL-14)

BERITA TERKAIT