14 August 2022, 00:29 WIB

Literasi Digital Bikin Pemanfaatan E-Commerce Makin Optimal


Mediaindonesia.com | Teknologi

Vector4free
 Vector4free
Ilustrasi e-commerce

LOKAPASAR atau e-commerce adalah sebuah model bisnis yang melibatkan individu atau perusahaan untuk melakukan kegiatan jual beli di internet. 

Podcaster dan Co-Founder Paberik Soeara Rakjat Rizki Noegroho mengatakan, agar dapat cakap dan melakukan penjualan menggunakan e-commerce atau lokas pasar dengan baik, terdapat 3 hal yang perlu dikuasai oleh penjual. Pertama, pahami dan kenali apa itu aplikasi dompet digital. 

"Kedua, pahami dan kenali prosedur transaksi jual beli melalui loka pasar. Terakhir, pahami bagaimana cara agar bertransaksi digital dengan aman", papar Rizki dalam webinar Konsep Bisnis Digital : Selling Through E-Commerce Platform yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. 

Konsultan bisnis dan Praktisi Literasi Digital Syarif Maulana menambahkan, sama halnya dengan berjualan di toko fisik, berjualan menggunakan toko online juga ada etika yang perlu dipahami bersama. 

Pertama, hindari melakukan pemerasan atau pengancaman terhadap pembeli. Kedua, hindari menyebarkan informasi palsu mengenai harga dan kualitas produk atau jasa yang dijual. 

"Terakhir, selalu menggunakan bahasa yang baik setiap kali menangani dan melayani pelanggan secara online, ", jelas Syarif. 

Baca juga : Perlindungan Data Pribadi Penting Untuk Cegah Kerugian dari Aktivitas Digital

Ketua Prodi Perdagangan Internasional Politeknik APP Jakarta dan Praktisi Literasi Digital.Bayu Sutjiatmo menjelaskan, kenyamanan dalam bertransaksi di internet perlu didukung dengan keamanan perangkat digital. 4 hal yang perlu dipahami dalam menjaga keamanan perangkat digital. Pertama, selalu cek dan mewaspadai penipuan pembelian. 

Kedua, waspada terhadap link yang tidak dari sumber yang terpercaya. Ketiga, gunakan password yang kuat. 

"Terakhir jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapapun”, ujar Bayu. 

Webinar itu merupakan bagian dari program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi Kemenkominfo pada 2021 untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia. 

Berdasarkan survei Nasional Kemenenkominfo dan Katadata pada 2021, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 5 atau masih kategori sedang belum mencapai kategori baik. Program Cakap Digital yang fokus pada 4 pilar digital, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Keamanan Digital, dan Budaya Digital pun diluncurkan dan menargetkan peringkat literasi divital Indonesia meningkat. 

"Pada tahun 2022 akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat. Kinerja literasi digital pun mulai menunjukkan peningkatan dari segi kualitas. Peluang kecakapan digital tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal, mengingat kita memiliki potensi sumber daya manusia yang besar”, ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT