27 July 2022, 09:37 WIB

Memaksimalkan Fitur Mesin Pencarian Google


Mediaindonesia.com | Teknologi

Freepik.com
 Freepik.com
Ilustrasi

Menurut data We Are Social Februari 2022, sebanyak 73,7% penduduk Indonesia yakni 204,7 juta orang di antaranya telah menggunakan internet. Namun fakta tersebut belum sejalan dengan kemampuan digital yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sub indeks keahlian dari tiga indikator Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia memiliki skor paling rendah.

"Jadi kita mengakses iya, lalu menikmati kontennya iya. Tetapi tidak mahir, jadi kalau teman-teman ini bilang saya sudah menggunakan TikTok, bisa browsing, tapi itu belum tentu bagian dari kecakapan digital," kata Executive Director Young on Top Nusantara, Alexander Zulkarnain di Jakarta, Kamis (21/7).

Individu yang cakap bermedia digital dinilai mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan lunak dalam lanskap digital. Termasuk menggunakan mesin pencarian informasi, aplikasi percakapan, dan media sosial, serta dompet digital, lokapasar dan transaksi digital.

Untuk dapat disebut memiliki kecakapan digital, pengguna juga harus memahami apa saja yang ada di internet. Misalnya terkait mesin pencarian atau browser yang hampir setiap hari digunakan untuk mencari informasi. Mengetahui apa sebenarnya mesin pencari, proses kerja mesin pencari, bagaimana kata kunci yang efektif di mesin pencari. Seperti Google yang menyimpan sebanyak 33 triliun informasi.

Kecakapan digital dalam penggunaan mesin pencari merupakan salah satu keahlian di era digital karena itu pengguna harus terbiasa secara spesifik menuliskan apa yang dicari dalam kata pencarian. Kini pengguna seperti pelajar yang memanfaatkan Google untuk mendapatkan materi sekolah juga sudah lebih canggih dengan mengetahui fitur advanced search. Serta menggunakan tanda petik di kolom pencarian untuk data yang lebih spesifik. (OL-12)

BERITA TERKAIT