24 July 2022, 14:00 WIB

Peningkatan Literasi Digital bikin Transaksi Digital Jadi Makin Aman


Mediaindonesia.com | Teknologi

Freepik.com
 Freepik.com
Ilustrasi berbelanja daring

PERTUMBUHAN pengguna internet di Indonesia, ditambah pandemi Covid-19 yang melanda telah mendorong aktivitas digital, termasuk dalam hal ekonomi. Masyarakat menjadi sangat familiar bertransaksi secara daring, menggunakan dompet digital maupun berbelanja daring. 

Kondisi itu mendorong semakin besarnya electronic market di tanah air. Namun perlu diperhatikan oleh pengguna adalah meningkatkan literasi digital agar tidak menjadi korban penipuan maupun kerugian lain yang ditimbulkan oleh perkembangan internet dan media sosial.

Demikian yang mengemuka dalam webinar bertema “Sejahtera Lewat Dunia Digital” di Bontang, Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Hadir sebagai narasumber adalah  Koordinator Wilayah Mafindo Pontianak yang juga dosen FISIP UNTAN Syarifah Ema Rahmaniah; dosen Fakultas Psikologi Universitas Yarsi sekaligus relawan Mafindo Nuri Sadida; dan Jawara Internet Sehat 2022 sekaligus Duta Baca Tanah Bumbu Azmi Irfala.

Koordinator Wilayah Mafindo Pontianak yang juga dosen FISIP UNTAN, Syarifah Ema Rahmaniah mengatakan, cakap digital adalah salah satu pilar penting dalam mengenalkan ke masyarakat Indonesia bagaimana menggunakan perangkat keras dan piranti lunak, salah satunya untuk penguatan ekonomi. 

Dengan kecakapan digital yang dimiliki, setidaknya masyarakat bisa menggunakan media sosial secara positif, kreatif, dan aman. Syarifah menekankan, transformasi digital bagi bisnis  ini penting untuk mempercepat perubahan, meningkatkan kompetisi digital, dan memenuhi harapan pelanggan.

“Untuk mengenal electronic market yang paling penting adalah kita punya kesadaran dan keinginan bahwa teknologi juga bisa membantu kita untuk mendapatkan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Dan jangan lupa lakukan kerja tim bersama, sehingga electronic market tidak hanya kita yang rasakan manfaatnya, tapi jadi kerja komunitas. Kalau kita kaya, mari ajak teman yang lain juga kaya dengan menggunakan aplikasi-aplikasi digital,” katanya.

Jawara Internet Sehat 2022 sekaligus Duta Baca Tanah Bumbu, Azfi Irfala menerangkan, internet memudahkan proses jual beli melalui aplikasi atau media sosial yang dimiliki. Pandemi mendorong aktivitas transaksi lewat internet. Yang menarik, penggunaan media digital masyarakat Indonesia berkembang pesat, khususnya untuk berbelanja. 

Terbukti, penggunaan e-money atau e-banking pada 2021 tumbuh pesat dan diprediksi terus meningkat dengan munculnya kebiasaan berbelanja daring. Namun, Azmi mengingatkan, pentingnya keamanan saat bertransaksi daring.

Baca juga : Memanfaatkan Jasa Influencer untuk Pemasaran Digital, Begini Tips dan Triknya

“Bijaklah saat bertransaksi, yaitu dengan mendaftar sesuai ketentuan platform, kenali fitur-fiturnya, dan pastikan perangkat digital yang digunakan sudah aman. Penting juga untuk memahami aturan skema Cash on Delivery (COD). Agar aman bertransaksi, maka kelola kata sandi, pastikan logout usai transaksi, pasang antivirus, serta amati metode pembayaran,” ujarnya.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Yarsi sekaligus relawan Mafindo, Nuri Sadida memaparkan, ternyata tidak semua orang yang sudah bisa menggunakan internet, menggunakannya secara positif. Salah satu yang menjadi indikator adalah hasil survei Microsoft yang menyebut netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. 

Menipisnya kesopanan memang menjadi salah satu tantangan budaya digital, selain memudarnya wawasan kebangsaan, pelanggaran hak cipta dan hak kekayaan intelektual, serta tantangan lain. Di sinilah, menurut Nuri, penting untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam aktivitas digital.

“Kita bisa mengaplikasikan nilai-nilai tersebut di internet dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian, tidak menyebarkan berita bohong, tidak menghina orang lain, jujur, dan membagikan pesan kebaikan,” terang Nuri.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. 

Kegiatan itu khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. 

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT