Kemajuan teknologi mempermudah akses mendapatkan informasi. Bahkan anak-anak dapat mengakses informasi yang tidak sesuai dengan usianya. Sehingga orangtua harus lebih pintar bermedia digital agar dapat membetengi anak-anak dari konten pornografi di media digital.
“Kita juga harus smart mencari informasi dan bijak memberikan informasi kepada anak. Jangan biarkan anak berselancar sendirian di dunia digital, karena anak butuh pendampingan orangtua, perhatian, kasih sayang, dan bahkan butuh penghargaan,” kata Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia dan Tim Komunikasi Publik KPCPEN, Bahruddin di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (16/7).
Internet membuat pornografi mudah diakses secara langsung dalam bentuk beragam. Hanya dengan menekan satu tombol, ratusan juta gambar dan video porno bisa langsung dilihat.
Sepanjang Januari-Oktober 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menemukan 1.109.416 konten pornografi tersebar di internet. Di sisi lain, menurut Survey KPAI 2020, tercatat 22 persen anak Indonesia masih melihat tayangan tidak sopan termasuk konten bermuatan pornografi. “Jangan biarkan anak berselancar sendiri. Dampingi anak ketika mengakses internet. Kemudian berikan pemahaman kepada anak bagaimana berinternet sehat dengan bahasan mencari konten-konten mendidik, video-video mendidik,” ujar Bahruddin. (OL-12)