02 July 2022, 16:34 WIB

Setiap Pengguna Internet Wajib Melindungi Data Pribadi


Mediaindonesia.com | Teknologi

taggmagazine.com
 taggmagazine.com
Ilustrasi

Pengguna internet di Indonesia kini sudah mencapai 202 juta atau lebih dari 70 persen dapat dikatakan melek teknologi. Perubahan gaya hidup menjadi serba digital, bahkan dengan adanya sistem digital masyarakat terbiasa dan merasa nyaman bertransaksi online karena sudah semakin teredukasi.

"Namun di sisi lain banyak orang yang mencari celah untuk mendapatkan data kita membuka potensi buruk untuk oknum berbuat buruk seperti penipuan dan pencurian data," ujar dosen komunikasi IAI Dalwa Pasuruan yang juga Relawan TIK Surabaya, Muhajir S Aziz di Magetan, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Setiap orang akhirnya memerlukan pengetahuan mengenai keamanan digital agar bisa melindungi dirinya dari aktivitas di dunia digital. Kompetensi yang perlu dimiliki terkait hal tersebut seperti bagaimana mengamankan perangkat digital, mengamankan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital hingga ikut memberi edukasi kepada anggota keluarga lain agar semua aman. "Peretasan akun, impersonasi, penjual palsu, lowongan kerja palsu, dan modus percintaan perlu diwaspadai ini merupakan bentuk phishing dan scam (penipuan)," katanya lagi.

Dia pun mencontohkan kasus yang kerap terjadi pada ibu-ibu yakni arisan online, arisan bodong, investasi bodong. Meskipun informasi yang didapat dari teman, penipuan di dunia digital tidak pandang bulu. Siapa yang terlihat lemah dalam pengamanan pribadinya maka akan ada orang-orang yang mengambil kesempatan melakukan penipuan.

Setiap pengguna internet akhirnya perlu memastikan keamanan gawai dan media digital yang digunakan. Menjaga data pribadi tetap aman, mewaspadai tautan tidak dikenal, dan jangan merespons panggilan telepon yang meminta data pribadi. (OL-12)

BERITA TERKAIT