28 June 2022, 05:56 WIB

Teknologi GIS Bantu Pengerjaan Proyek Infrastruktur Lebih Optimal


mediaindonesia.com | Teknologi

Ist
 Ist
Teknologi GIS dikombinasikan dengan teknologi yang umum digunakan di bidang konstruksi 

SERING dengar istilah big data? Big data adalah teknologi yang terdiri dari kumpulan data berukuran besar untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan suatu perangkat.

Dengan demikian bis didapatkan informasi yang berharga dari data tersebut. Hasil analisisnya dapat digunakan untuk  pengambilan keputusan, melakukan prediksi, dan lainnya.

Big data mampu mendorong untuk melakukan transparansi data dalam upaya meningkatkan efisiensi dan proses pengambilan keputusan berbasis data.

Hal ini memungkinkan untuk memahami pola perilaku masyarakat sehingga organisasi dapat melakukan inovasi dari segi produk, layanan, maupun mengetahui peluang bisnis lainnya.

Begitu juga dengan Geographic Information System (GIS) adalah sebuah kerangka kerja atau framework untuk mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data.

Teknologi ini berperan penting dalam proses pengambil keputusan di berbagai industri, salah satunya dengan GIS dapat melakukan analisis data lingkungan, data demografi, dan data topografi dengan mudah.

Pemanfaatan teknologi GIS antara lain pada pengerjaan proyek yang berhubungan dengan infrastruktur, manajemen jalan tol, manajemen properti atau kawasan industri.

Teknologi ini tidak hanya digunakan oleh para perencana namun juga insinyur, pekerja lapangan, manajer proyek. GIS menyediakan suatu sistem yang dinamis dengan menyatukan data dari berbagai sumber dan perangkat sensor.

“Visualisasi GIS disajikan dalam bahasa universal yaitu dalam bentuk peta sehingga arsitek, manajer proyek dan insinyur mengetahui kemajuan konstruksi serta dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya dalam satu tampilan yang sama,” ujar Country Manager Esri Indonesia, Christanto Yanuar S, dalam keterangan pers, Senin (28/6).

Esri Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang GIS.

Lebih lanjut Christanto menjelaskan, ketika teknologi GIS dikombinasikan dengan teknologi yang umum digunakan di bidang konstruksi yaitu Computer-Aided Design (CAD) dan Building Information Modelling (BIM).

Dengan CAD dan BIM,  para arsitek dan insinyur memiliki informasi holistik pada tahap pra-konstruksi sehingga dapat mencegah permasalahan yang mungkin terjadi pada tahap konstruksi dan pascakonstruksi.

Teknologi GIS juga digunakan untuk mengurus perizinan serta manajemen dan pemeliharaan aset.

“Sejauh ini teknologi GIS sudah digunakan dalam tahap perencanaan seperti  pemilihan lokasi, perizinan, dan pengelolaan. Kemudian pada tahap desain, di mana sebuah konsep dapat dilihat dalam lingkungan sekitarnya, dari semua perspektif, dalam render 3D dan 4D,” terang Christanto.

Pada fase konstruksi, lanjutnya, GIS memungkinkan pekerja di kantor dan lapangan tetap terhubung ke data survei dan lapangan secara real-time.

Manajemen pun mampu mengetahui kemajuan proyek melalui dasbor yang mudah diakses. Terakhir, pada fase pelaksanaan proyek, konstruksi final diserahkan secara fisik dan juga digital dalam bentuk kembaran digital (digital twin).

Di Indonesia, aplikasi GIS juga sudah sampai pada tahap integrasi dengan BIM. Inovasi ini biasa kita sebut dengan GeoBIM.

GeoBIM ini memungkinkan organisasi di Indonesia, baik itu kementerian, perusahaan konstruksi BUMN maupun swasta, termasuk proyek jalan tol, untuk melakukan visualisasi dan eksperimen pada desain konstruksi mereka.

Visualisasi ini kemudian dipetakan dengan memasukkan data lingkungan sekitar, sehingga gambaran yang lebih akurat mengenai bagaimana proyek tersebut akan berinteraksi dan terkoneksi dengan ekosistemnya dapat terlihat.

"Hasilnya? Gabungan kedua teknologi ini telah terbukti mengoptimalkan desain dan mengurangi biaya, menciptakan infrastruktur yang lebih tangguh yang tentunya akan memberikan manfaat jangka panjang,," jelas Christanto.

“Salah satu kemitraan strategis yang sudah kami lakukan adalah kerja sama dengan Waskita Karya. Dalam kerja sama ini, Waskita Karya mengadopsi inovasi teknik digital yang disebut GeoBIM. Teknologi ini memungkinkan terciptanya infrastruktur yang lebih tangguh,” imbuh Christanto.

Sarana Belajar GIS

"Begitu banyak manfaat kecanggihan GIS. Pertanyaannya, bagi para arsitek/civil engineer yang akan memanfaatkan teknologi GIS, apakah mereka harus mengikuti kursus tertentu untuk menguasai teknologinya?" kata Christanto.

Menurut Christanto, saat ini teknologi GIS sudah masuk dalam kurikulum universitas di Indonesia. Dari ilmu sains dan teknologi informasi (TI), hingga perencanaan dan manajemen kota,

GIS diakui sebagai perangkat lunak penting untuk berbagai profesi. Selain itu, secara global, Esri menawarkan sejumlah pembelajaran online gratis untuk membangun kemampuan dasar seputar penggunaan teknologi GIS.

Di Indonesia, Esri juga menawarkan berbagai kursus pelatihan bagi mereka yang ingin meningkatkan keterampilannya.

“Seiring dengan meningkatnya permintaan akan kemampuan ini, institusi pendidikan juga mulai turut terlibat dalam memenuhi kebutuhan industri. Apalagi di kawasan Asia Pasifik ahli GIS sangat amat dibutuhkan,” kata Christanto.

Esri juga menawarkan perangkat lunak bernama ArcGIS dan layanan sistem integrasi serta pelatihan teknologi GIS untuk perusahaan dan perorangan untuk memaksimalkan adopsi teknologi GIS secara menyeluruh.

Secara total, lebih dari 2.000 organisasi di Indonesia telah menggunakan produk ArcGIS. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT