30 May 2022, 13:51 WIB

Aplikasi Social Pedia DisCas Dinilai Miliki Keunikan


mediaindonesia.com | Teknologi

Ist
 Ist
Aplikasi DisCas. 

DisCas merupakan jejaring sosial asal Indonesia yang berinovasi mengubah berbagai isu menjadi aset digital dan memonetisasi opini.

Pihak developer aplikasi memberikan istilah Social Pedia, dan hingga saat ini belum ada aplikasi yang serupa dengan DisCas.

Pengguna aplikasi merupakan akun asli, karena pengguna harus melalui tahap verifikasi data diri terlebih dahulu.

Saat ini, Aplikasi DisCas masih dalam fase uji coba. “Kami sangat Optimis DisCas akan perkembangan Aplikasi Discas, karena kami mendapatkan respons yang positif lebih dari 10.000 pengguna,” ungkap Deni Agus selaku CEO Aplikasi DiCas dalam keterangan, Senin (30/5).

Memiliki visi yang kuat, Aplikasi DisCas bertujuan menjadi wadah diskusi pintar dan mencari solusi dari topik terkini yang kerap menjadi perdebatan di masyarakat.

“Solusi inovatif yang ditawarkan DisCas adalah dengan cara menggabungkan voting, diskusi, investasi, iklan dan berita ke dalam satu fitur yang disebut News Trade,”  jelas Deni.

Baca juga: Teknologi Cloud dan AI Bantu Maksimalkan Pengembangan Bisnis

Hal menarik lainnya, aplikasi ini dapat memberikan nilai ekonomis bagi penggunanya, seperti: pengguna dapat melakukan jual beli opini, pengguna dengan komentar menarik bisa berpeluang untuk mendapatkan bayaran.

"Selain itu, Aplikasi DisCas menggabungkan fungsi utama dari beberapa aplikasi lain menjadi satu aplikasi dengan tampilan yang sederhana," tutur Deni.

Adanya fakta bahwa sering terjadi perbedaan pendapat karena informasi yang bias dan perspektif yang terbatas, tim riset Aplikasi DisCas kemudian menemukan gagasan dengan mengubah berbagai isu menjadi aset digital dan memonetisasi opini.

“Harapan kami, Inovasi DisCas tersebut bisa membantu industri media,meningkatkan kualitas sosial, ekonomi dan mengurangi polarisasi politik. Kami juga melibatkan investor, asosiasi, pakar, mahasiswa, media, bisnis, bahkan institusi untuk kolaborasi dalam proyek ini,” jelas Deni. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT