18 May 2022, 20:35 WIB

Menkominfo Tegaskan Jaringan 5G Terus Diperluas


Ardi Teristi | Teknologi

 ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
  ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate di Kampus UGM

 

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan Jaringan 5G di Indonesia akan terus digelar secara bertahap. Saat ini jaringan telah tersedia di 13 kota di Indonesia.

"Akan diperluas agar bisa menjangkau masyarakat seluruh Indonesia seiring dengan penerapan kebijakan penghentian total siaran televisi analog," paparnya, saat menyampaikan Kuliah Umum di Kampus  Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (18/5).

Dengan pelaksanaan kebijakan Analog Switch Off TV Broadcasting atau
Penyiaran Televisi (ASO TV) terhadap industri pertelivisian Indonesia,  dia menambahkan, pemerintah akan menata kembali pita spektrum frekuensi 700 MHz untuk memperluas penggelaran jaringan 5G, serta optimalisasi jaringan 4G, sehingga cakupan layanan 4G dan 5G dapat lebih menjangkau masyarakat.

Menurut dia, pelaksanaan analog switch off TV Broadcasting (ASO TV) di Indonesia dilakukan secara multi-fase atau bertahap. Penerapan kebijakan diawali dengan pelaksanaan simulcast atau siaran TV digital dan analog secara bersamaan yang telah dilakukan sejak 2019.

"Penerapan itu untuk mempersiapkan beralihnya masyarakat ke penyiaran
digital. Pendekatan ini juga dilakukan oleh negara-negara dengan area
geografis yang luas seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang,"
ujarnya.

Menkominfo menegaskan Indonesia tidak jauh tertinggal dengan negara-negara lain dalam menerapkan teknologi digital dan jaringan 5G.

"Kita telah memulai ASO Penyiaran TV pada 30 April 2022 dan akan terus
dilakukan sampai dengan 2 November 2022, sebagaimana amanat UU Cipta
Kerja. Selanjutnya masyarakat di Indonesia akan dilayani melalui
siaran telisi digital penuh," tandasnya.

Johnny menyatakan manfaat dari penggelaran jaringan 5G diproyeksikan akan menciptakan sebanyak 4,6 juta lapangan pekerjaan baru bidang 5G dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar Rp2.874 Triliun pada 2030.

"Nilai kontribusi ini juga diperkirakan akan terus meningkat dan dapat
menciptakan 5,1 juta lapangan pekerjaan baru, dan diproyeksikan
kontribusi terhadap perekonomian mencapai Rp 3.549 triliun pada 2035," tambahnya.

Dia menegaskan potensi itu akan bisa diwujudkan jika
seluruh elemen bangsa bersama menyukseskan full digital broadcasting
pada November 2022 ini agar memberi ruang lebih luas bagi
pertumbuhan jaringan 5G di dalam negeri


Dalam kuliah umum hadir pula Rektor Universitas Gadjah Mada Panut
Mulyono, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Wawan Mas'udi.
pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian Kominfo, serta
mahasiswa dan undangan. (N-2)

BERITA TERKAIT