10 May 2022, 19:02 WIB

Teknologi Low-Code dan No-Code Permudah Digitalisasi Proses Bisnis


mediaindonesia.com | Teknologi

Ist
 Ist
Gibu Mathew, Vice President dan General Manager Zoho Wilayah Asia Pasifik.

TRANSFORMASI digital di bidang ekonomi saat ini telah mendorong bisnis mempercepat digitalisasi.

Saat perusahaan dan lingkungan kerja beralih ke sistem kerja jarak jauh maupun hybrid, karyawan diharuskan beradaptasi dengan alat dan sumber daya digital baru.

Hal ini melahirkan citizen developer yang bekerja dengan platform low-code, no-code serta memberi potensi besar pada bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan proses yang sudah berjalan. 
 
“Pengembangan aplikasi, web, dan prosesnya yang dulu memakan waktu berbulan-bulan serta anggaran yang besar, saat ini, dapat dengan mudah dikembangkan oleh citizen developer tanpa pengetahuan koding yang rumit,” ujar Gibu Mathew, Vice President dan General Manager Zoho Wilayah Asia Pasifik dalam keterangan pers, Selasa (10/5)

Zoho merupakan penyedia aplikasi secara online. Zoho Creator adalah platform pengembangan aplikasi low-code yang membantu Anda membuat aplikasi web dan seluler.
 
Citizen developer, lanjut Mathew, adalah istilah untuk pengguna bisnis yang tidak memiliki pengalaman koding namun mampu menciptakan aplikasi melalui teknologi low-code.

"Bisnis di Indonesia harus mempertimbangkan keuntungan yang diperoleh dari teknologi ini lebih awal karena tren menunjukkan bahwa 80 persen produk teknologi yang dibangun pada tahun 2024 mendatang akan berasal dari pengguna non-IT," jelasnya.

Baca juga: Kemenkominfo Gandeng Oracle Academy untuk Bekali Para Mahasiswa dan Pendidik

Menurut Mathew, teknologi LCNC (low-code, no-code) adalah solusi hemat biaya untuk pengembangan aplikasi tradisional yang mahal.

Statistik menyatakan 29% bisnis mendapati bahwa pengembangan aplikasi secara low-code bergerak lebih cepat dibandingkan metode konvensional, dengan kenaikan 40% hingga 60%.

Pendekatan teknologi LCNC menawarkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan bisnis, dan di saat yang sama mempercepat siklus pasar dengan memotong proses pengembangan yang rumit dan menyerahkan user interface (UI) dan user experience (UX ; pengalaman pengguna) sesuai preferensi dan kebutuhan pengguna.
  
Manfaat Platform Low-Code dan No-Code 

Platform LCNC, menurut Gibu Mathew, menawarkan fleksibilitas untuk beradaptasi terhadap perubahan pasar dan perubahan perilaku konsumen dengan cepat.

Jika dipasangkan dengan sistem CRM (Customer Relationship Management; Manajemen Hubungan Pelanggan) , brand dapat menggunakan platform LCNC untuk meningkatkan berbagai proses bisnis termasuk otomatisasi dan pemasaran, fungsi yang membantu bisnis dalam menghadapi peralihan menuju fase endemik Covid-19.
 
Teknologi LCNC juga mampu meyakinkan konsumen yang masih ragu. “Bayangkan Anda memberi pelanggan Anda pengalaman yang disesuaikan; mulai dari konten, notifikasi instan hingga penawaran promosi melalui aplikasi ponsel pintar dengan teknologi ini.," kata Mathew.

Formulir umpan balik setelah penjualan juga dapat diprogram untuk mengumpulkan input pelanggan, dan kedepannya, dapat membantu organisasi mengubah dan meningkatkan pengalaman brand mereka dengan cepat.

"Selain untuk pemasaran, bisnis juga bisa menggunakan teknologi LCNC untuk mengotomatisasi apa pun, mulai dari tugas sederhana hingga proses produksi yang canggih,” papar Mathew. 
 
Berdasarkan survei yang dilakukan Zoho, perusahaan menggunakan platform ini untuk beberapa tujuan; sebanyak 45% mendigitalkan data bisnis, 32% mengotomatisasi alur kerja, dan 25% mengembangkan aplikasi bagi pelanggan. 
 
Tantangan Beralih ke Platform LCNC 

Meskipun platform LCNC menampilkan antarmuka yang mudah digunakan, terang Mathew, brand perlu mendukung dan mengawasi aplikasi yang dibuat.

Hal ini mengharuskan brand terlibat dalam pengawasan user interface dan user experience (UI; user interface/UX;user experience) dari aplikasi tersebut.

Aplikasi dengan rancangan buruk, meskipun berfungsi, dapat mengikis kepercayaan.

Memiliki tim dengan keahlian di bidang UI dan UX dapat membantu memberikan keaslian dan menciptakan pengalaman brand yang lebih konsisten bagi pelanggan maupun pemangku kepentingan internal.
 
“Platform LCNC memang mudah digunakan, tetapi akan kurang tepat jika bisnis berasumsi bahwa pemangku kepentingan yang tidak memiliki pengalaman pemrograman dapat menerapkan aplikasi yang kompleks setelah beberapa jam pelatihan saja," jelasnya.

"Agar bisnis mampu memaksimalkan potensi platform LCNC mereka, penting untuk memiliki digital talent yang tepat atau berinvestasi pada program reskilling dan upskilling karyawan,” terang Mathew.
 
Untuk membantu perusahaan dalam mengadopsi teknologi LCNC, sambung Mathew, Zoho menawarkan penggunaan platform Zoho Creator.

Platform ini merupakan solusi lengkap yang menghubungkan antara pengguna bisnis dan tim TI serta menyediakan pembuatan aplikasi berbasis solusi tanpa memerlukan pengetahuan teknis yang mendalam.

Platform ini menggunakan teknologi visual interface dengan basic logic dan kemampuan drag-and-drop dalam platform yang sudah dirancang tanpa perlu menulis ribuan baris kode dan bahasa pemrograman yang kompleks. 
 
“Kecanggihan dari solusi berbasis teknologi LCNC adalah perusahaan dapat menciptakan solusi yang sangat bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka sehingga cukup sulit merinci bagaimana teknologi ini secara khusus membantu perusahaan," ucapnya.

"Namun, ada salah satu kisah pelanggan dari Indonesia yang paling menginspirasi yaitu FoodCycle.id, sebuah organisasi nirlaba yang telah mengadopsi Zoho Creator,” kata Mathew.
 
Tanpa mengeluarkan ribuan dolar AS untuk solusi ERP (Enterprise Resource Planning) siap pakai, lanjutnya, FoodCycle, dengan bantuan dari tim Zoho Creator, membangun solusi khusus untuk mengelola pekerjaan mereka.

Solusi yang dihasilkan unik dan memenuhi kebutuhan khusus organisasi.

Aplikasi kustom yang dibangun di atas Zoho Creator membuat tim FoodCycle tetap terhubung dan siap bergerak bahkan selama puncak pandemi.

Aplikasi FoodCycle bekerja seperti solusi 360 derajat, -solusi yang terintegrasi satu sama lain-yang menangani kebutuhan organisasi. Mulai dari sumber makanan yang disumbangkan oleh donor, manajemen inventaris, manajemen hubungan donor, hingga pengaturan logistik.
 
Menurut Mathew, saat ini Zoho telah dipercaya dan digunakan oleh lebih dari 75 juta pengguna di seluruh dunia.

“Platform teknologi terpadu kami dengan teknologi low-code, no-code membantu bisnis menikmati hasil dari investasi mereka dan sedang memimpin persaingan," kata Mathew.

"Aplikasi yang dibangun dengan platform LCNC Zoho Creator juga diciptakan untuk skala otomatis ke backend infrastucture dengan mulus sesuai dengan pertumbuhan bisnis Anda," katanya.

"Saat ini, lebih dari 10.000 pelanggan di 170 negara dan dari berbagai industri sedang membangun lebih dari 3 juta aplikasi melalui Zoho Creator,” ucapnya. 
 
Di Indonesia, Zoho Creator secara signifikan digunakan di sektor manufaktur dan logistik. Menariknya, organisasi nirlaba juga mengadopsi Zoho Creator untuk mendigitalisasi pekerjaan mereka.

Indonesia adalah salah satu pasar utama peluncuran kampanye Zoho Creator yang bertajuk #CreatorForACause untuk meningkatkan kesadaran bagaimana platform seperti Zoho Creator dapat membantu organisasi nirlaba.
 
Bagaimana dengan keamanannya? Mathew menjelaskan, platform teknologi terpadu Zoho bersertifikat ISO 27001/27017/27018, menggunakan SOC 2 yang sesuai, dan diciptakan dengan mengikuti standar OWASP.

Sertifikasi industri ini, bersama dengan komitmen kami terhadap privasi, memberikan pelanggan keyakinan dan kepercayaan yang mereka butuhkan untuk memanfaatkan platform Zoho bagi pertumbuhan bisnis.

Pada saat yang sama, Zoho Creator dirancang secara canggih untuk memisahkan data setiap pelanggan dengan enkripsi yang diaktifkan secara tetap dan berlangsung selama transit data. Hal ini memberikan ketenangan pikiran dan perlindungan terbaik bagi pelanggan. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT