10 May 2022, 13:16 WIB

Startup Workmate Tunjuk Andrew Senduk Sebagai Managing Director Indonesia


mediaindonesia.com | Teknologi

Ist/Courtesy Youtube
 Ist/Courtesy Youtube
Andrew Senduk yang sebelumnya menjabat COE dari Moxy ditunjuk Managing Director Workmate untuk Indonesia.

WORKMATE, sebuah perusahaan rintasan (startup) yang menghubungkan pekerja harian dengan pebisnis di Asia Tenggara, telah menunjuk Andrew Senduk sebagai Managing Director untuk Indonesia.

Dia ditugaskan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis kepegawaian Workmate di target industri dan mewujudkan visi perusahaan untuk mengatur tenaga kerja informal di Indonesia.

Pandemi selama dua tahun terakhir telah menyebabkan fluktuasi tenaga kerja dengan adanya pemutusan hubungan kerja serta meningkatnya permintaan pekerja sementara, terutama di kalangan tenaga kerja kerah biru/non-eksekutif.

Sebagai penyedia solusi manajemen tenaga kerja garis depan, Workmate menawarkan solusi kepegawaian yang didukung teknologi untuk membantu bisnis menemukan pekerja harian berkualitas dan andal di berbagai industri (seperti warehousing, manufaktur, logistik, F&B, dan ritel).

Startup ini juga menyediakan akses bagi pekerja untuk mencari lowongan serta membangun riwayat pekerjaan yang terverifikasi.

Baca juga: BintanGO Luncurkan Platform untuk Kreator di Indonesia

Berkat teknologi, Workmate bisa menyediakan pekerja berkualitas tinggi kepada klien bisnis hingga 80% lebih cepat daripada solusi kepegawaian tradisional dan manual.

Platform digitalnya juga melacak data pekerja seperti riwayat pekerjaan, jadwal kerja, dan data kinerja real-time untuk membuat keputusan perekrutan yang tepat. Ini berlaku di berbagai industri, seperti logistik, manufaktur, serta gerai makanan dan minuman, guna mengelola staf kunci mereka di berbagai titik, dengan memastikan perubahan shift atau lokasi dapat dikomunikasikan secepatnya.

Di Indonesia, Workmate telah melihat pertumbuhan pekerja aktif meningkat 15 kali lipat sejak pandemi dimulai, dengan 97% pekerja menggunakan aplikasi untuk mencari pekerjaan lanjutan.

Tingkat engagement yang tinggi ini menunjukkan keberhasilan model bisnis Workmate dalam mencari pekerja terfokus yang cenderung lebih andal dan setia kepada klien bisnis.

Para pekerja dapat menemukan lebih dari satu pekerjaan di platform Workmate. Klien perusahaan berkisar dari waralaba global hingga startup unicorn teratas di kawasan ini, seperti IDC, Shipper dan Ismaya Group.

“Indonesia adalah pasar yang strategis bagi Workmate, terlebih sekarang dengan meningkatnya kebutuhan solusi tenaga kerja yang fleksibel. Saya senang Andrew bisa bergabung dengan tim kami dan memimpin operasi di Indonesia,” kata Mathew Ward, CEO Workmate.

“Dia berpengalaman dalam mengembangkan bisnis dengan sukses dan memiliki pemahaman mendalam tentang pasar lokal. Ini akan membantu meningkatkan kesuksesan pelanggan dan memperkuat posisi Workmate sebagai penyedia staf inovatif terkemuka.”

Andrew Senduk adalah pengusaha serial dengan rekam jejak yang kuat membangun beberapa perusahaan di Eropa dan Asia Tenggara.

Dia sebelumnya meluncurkan perusahaan seperti Orami, serta memegang berbagai posisi di Lion & Lion, ING, dan Deloitte.

Dia adalah global keynote speaker, penulis “Ignite Millennial Leadership” serta pembawa acara podcast terkemuka yang berfokus pada modal ventura, The Masters of Cashflow.

“Yang membuat saya tertarik dengan Workmate adalah kejelasan misi dan tujuannya untuk memberikan dampak positif bagi tenaga kerja kerah biru di Asia Tenggara,” kata Andrew Senduk.

“Workmate memberi mereka peluang dan akses yang lebih baik ke pekerjaan sambil menjawab tantangan untuk merekrut karyawan bagi bisnis lokal. Saya berharap bisa memperkuat ekosistem klien dan pekerja kami melalui platform Workmate.” jelasnya.

Didirikan pada tahun 2016, Workmate telah mengumpulkan dana lebih dari $13 juta dan membantu menempatkan lebih dari 100 ribu tenaga kerja secara keseluruhan hingga saat ini.

Workmate juga baru dinobatkan sebagai perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di Singapura pada tahun 2022, dengan kantor di Singapura, Thailand, dan Indonesia. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT