28 April 2022, 14:48 WIB

Peringati Hari Kartini, Turnamen Esports Kartini Day Sukes Digelar


Mediaindonesia.com | Teknologi

Dok. UniPin Community
 Dok. UniPin Community
Pertandinan MLBB di turnamen Charity Match Kartini Day

KOLABORASI UniPin Communit, Perempuan Jenggala, dan MPL Indonesia, menggelar turnamen bertajuk Charity Match Kartini Day yang juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesetaraan gender di industri gim elektronik (eSports). Sebanyak 10 pro player dari tim-tim besar di Indonesia meramaikan pertandingan ini dan beradu kemampuan lewat game Mobile Legends: Bang Bang.

Ke-10 pro player yang bertanding dibagi menjadi dua tim beranggotakan lima orang. Yang pertama adalah Tim Fearless, terdiri dari Vall dari Rebellion, RenV dari Geek Fam, Kenn dari Bigetron, RuneRune dari Alter Ego, dan Crunchy ex-player Onic Zenith. Mereka berhadapan dengan tim Flawless beranggotakan Kitty dari Luna Nera, Chincaaw dari GPX, SwayLow dari Rebellion, Rippo dari Bigetron, dan Rupture dari Geek Fam.

Dengan menggunakan sistem best-of-three, tim Fearless berhasil mendominasi pertandingan dan membuat tim Flawless tidak mampu berkutik dengan skor akhir 2-0. 

Kedua anggota tim yang bertanding berasal dari penggabungan antara player MPL dan ladies dari berbagai team papan atas di Indonesia.

Baca juga : IOH Jadi Perusahaan Pertama yang Berstatus Gold Provider Partner Cisco di Indonesia

Selanjutnya, tim pemenang akan menyumbangkan keseluruhan prize pool dengan total nilai Rp33.922.552 kepada organisasi sosial Perempuan Jenggala. Seluruh donasi yang terkumpul akan didonasikan untuk program Perempuan Ekonomi Mandiri di desa untuk pelatihan kreatif bagi para perempuan yang mengalami diskriminasi dan menjadi tulang punggung keluarga, sehingga mereka bisa mendapatkan keterampilan mendasar untuk bertahan dan menafkahi keluarga mereka di masa yang akan datang.

SVP UniPin Community Debora Imanuella menyebutkan, terselenggaranya charity match ditujukan untuk membangun kesadaran mengenai kesetaraan gender, khususnya di industri esports, serta memberikan dukungan kepada seluruh gamer perempuan tanah air untuk dapat maju dan bertanding di tingkatan kompetisi yang lebih tinggi.

“Charity match ini menggabungkan player laki-laki dan perempuan dalam satu tim. Hal ini kami lakukan untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya perempuan bisa ikut berkompetisi jika diberi kesempatan. Semoga ke depannya tidak ada lagi diskriminasi bagi perempuan, semoga mereka bisa diberi kesempatan untuk menunjukkan bakat dan kemampuan di tingkat yang lebih tinggi,” tutup Debora. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT